Ahdatu Uli Khikamil Maulidiya atau akrab disapa Hika, berasal dari Desa Pontang, Ambulu, berhasil meraih gelar doktor dan menuntaskan sidang promosi doktor di Program Doktor Pendidikan IPA Universitas Jember.
Perempuan kelahiran Agustus 1994 ini berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan 10 dewan penguji dari berbagai bidang keahlian.
“Alhamdulillah, capaian ini bukan sekadar tentang gelar, tetapi juga tentang proses dan dukungan banyak pihak. Semoga hasil penelitian ini memberi kontribusi bagi pengembangan pembelajaran IPA di perguruan tinggi,” kata Hika dalam sambutan promovendus, Rabu.
Dalam sidang itu, Hika membawakan disertasi terkait “Pengembangan Perangkat Pembelajaran RBL-STEM untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kombinatorial Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Konfirmasi Tebu Transgenik dengan Teknik PCR.”
Hika menjelaskan bahwa penelitiannya diawali dengan kajian perakitan tebu transgenik dengan kebaruan pada penghilangan domain N-terminal gen SoSPS1 agar aktif secara konstitutif. Hasil kajian menunjukkan bahwa tebu transgenik ΔN-SoSPS1 memperoleh hasil terbaik pada beberapa parameter, meliputi karakter agronomi, nilai brix, serta uji aktivitas enzim terkait metabolisme sukrosa.
Konfirmasi tanaman transgenik dilakukan melalui analisis Polymerase Chain Reaction (PCR) yang melibatkan banyak variabel, sehingga memerlukan keterampilan berpikir kombinatorial. Berdasarkan kondisi tersebut, Hika mengembangkan perangkat pembelajaran RBL-STEM untuk melatih mahasiswa mengombinasikan konsep, prosedur, dan data secara sistematis dalam menyelesaikan masalah konfirmasi tebu transgenik.
“Melalui RBL-STEM, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses penelitian,” ujarnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif meningkatkan keterampilan berpikir kombinatorial mahasiswa dalam mengatasi masalah konfirmasi tebu transgenik. Selain itu, implementasi perangkat pada kelas eksperimen yang menggunakan RBL-STEM memberikan pengaruh signifikan dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan perangkat pembelajaran konvensional.
Selama studi doktoral, Hika juga aktif mempublikasikan hasil penelitian di jurnal nasional dan jurnal internasional.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada suami, keluarga, para dosen, dana penelitian Kemendikbud, serta dukungan semua pihak yang mendukung proses studinya.
“Semoga capaian ini dapat memotivasi generasi muda untuk terus belajar dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan dan sains di Indonesia,” katanya.