Jember– Laboratorium Kuliah Kerja dan Pengenalan Lapangan persekolahan (Lab. KKPLP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember menyelenggarakan kegiatan Workshop on Gen AI pada Rabu, 4 Februari 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai ini bertempat di Ruang Sidang Gedung A FKIP Universitas Jember. Workshop tersebut merupakan kegiatan lanjutan dari agenda Present Research Finding yang dilaksanakan sebelumnya, sebagai bagian dari rangkaian kolaborasi antara FKIP Universitas Jember dan University of Brunei Darussalam.
Workshop ini mengusung tema “Humanising Pedagogy for Teaching with AI” dan disampaikan secara bergantian oleh Dr. Sallimah Hj. Mohd Salleh dan Dr. Hajjah Juraidah Hj. Musa. Dalam pemaparannya, kedua narasumber menegaskan bahwa kecerdasan buatan saat ini telah digunakan oleh sebagian besar pendidik, baik dosen maupun guru. Oleh karena itu, workshop ini bertujuan untuk mengedukasi pendidik agar mampu memanfaatkan AI secara bijak, etis, dan tidak disalahgunakan dalam proses pembelajaran.
Selain membahas urgensi pemanfaatan AI, para pemateri juga memberikan panduan praktis terkait penggunaan prompt AI agar selaras dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran. AI dipandang memiliki peran strategis dalam mendukung tugas pendidik, terutama dalam aspek kreativitas, seperti membantu guru ketika kehabisan ide atau kesulitan menuangkan gagasan ke dalam rancangan pembelajaran. Kehadiran AI dinilai mampu mempermudah kerja pendidik dalam menyusun perencanaan pembelajaran yang lebih terstruktur dan inovatif.
Namun demikian, workshop ini juga menyoroti berbagai tantangan dalam penerapan AI di ruang kelas. Pendidik dituntut untuk mampu menyesuaikan dan memilih penggunaan AI sesuai dengan karakteristik peserta didik, bukan sekadar menyalin hasil secara langsung (copy-paste). Oleh sebab itu, pendidik tetap harus memiliki bekal pengetahuan dan kompetensi pedagogik yang kuat agar pemanfaatan AI tidak menimbulkan kekeliruan dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan studi kasus yang disampaikan pemateri, pola penggunaan AI oleh dosen dan guru di Indonesia dan Brunei Darussalam menunjukkan kemiripan. Hal ini menegaskan bahwa potensi, tantangan, dan peran AI merupakan aspek penting yang harus dikuasai pendidik di era digital. Pendidik diharapkan memiliki keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai moral agar pemanfaatan AI tidak menggeser peran utama guru dalam proses pendidikan.
Melalui workshop ini, para pemateri berharap agar seluruh pendidik, baik dosen maupun guru, dapat memanfaatkan kecerdasan buatan secara optimal dan bertanggung jawab. Pendidik diharapkan terus belajar dan meningkatkan kompetensi, sehingga penggunaan AI dalam pembelajaran tetap berada dalam kendali pendidik dan mampu mendukung terciptanya proses pendidikan yang humanis dan bermakna.