Jember– Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Program Asistensi Mengajar Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Soetardjo Universitas Jember ini dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai program studi. Pembekalan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk membekali mahasiswa peserta Asistensi Mengajar agar memahami teknis pelaksanaan program secara menyeluruh sebagai persiapan menjalani pembelajaran kolaboratif di sekolah mitra.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibekali enam topik materi utama, yakni kebijakan pendidikan di Indonesia, wawasan kebangsaan, pencegahan bullying dan kekerasan seksual, petunjuk teknis pembelajaran serta pemrograman Asistensi Mengajar di sekolah mitra, kurikulum pembelajaran Asistensi Mengajar di sekolah, serta teknis pelaksanaan pembelajaran Asistensi Mengajar. Materi tersebut dirancang untuk memperkuat kesiapan pedagogik, profesional, dan karakter mahasiswa sebelum diterjunkan langsung ke lingkungan sekolah. Program Asistensi Mengajar tahun ini diikuti oleh 583 mahasiswa yang berasal dari Program Studi PGSD, PBSI, Pendidikan Matematika, Pendidikan Ekonomi, dan Pendidikan Bahasa Inggris.
Laboratorium Kuliah Kerja Pengenalan Lapangan Persekolahan (Lab KKPLP) FKIP Universitas Jember berperan penting dalam mendukung dan mengawal pelaksanaan Program Asistensi Mengajar. Peran tersebut meliputi sosialisasi dengan sekolah mitra, pembekalan mahasiswa, proses penerjunan, hingga pengawasan seluruh rangkaian kegiatan sesuai dengan timeline yang telah disusun. Pada tahun ini, program Asistensi Mengajar melibatkan 54 sekolah mitra yang terdiri atas jenjang TK hingga SMA/sederajat dengan bentuk kerja sama pembelajaran kolaboratif antara mahasiswa, guru pamong, dan dosen pembimbing lapangan.
Kegiatan pembekalan dibuka dengan sambutan Dekan FKIP Universitas Jember, Dr. Mohamad Na’im, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Asistensi Mengajar merupakan pengalaman belajar untuk menjadi guru yang sesungguhnya. Mahasiswa diharapkan membiasakan diri dipanggil sebagai bapak atau ibu guru, menjalin komunikasi yang baik dengan guru pamong dan dosen pembimbing lapangan, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan mengambil pengalaman sebanyak-banyaknya. Dekan FKIP juga mengingatkan agar mahasiswa menjalani program ini dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan, serta memandang Asistensi Mengajar sebagai bentuk ibadah dan jariyah ilmu dalam mengembangkan pendidikan.
Sementara itu, Ketua Lab KKPLP FKIP Universitas Jember, Dr. Iwan Wicaksono, M.Pd., menyampaikan harapannya agar mahasiswa mampu mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh di kelas sehingga menjadi sarjana keguruan yang inovatif dan profesional. Mahasiswa juga diimbau untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan oleh Lab KKPLP. Melalui Program Asistensi Mengajar ini, diharapkan tercipta manfaat bagi lembaga, mahasiswa, dan sekolah mitra dalam mendukung pengembangan tridarma perguruan tinggi serta percepatan pemerataan kualitas pendidikan.