Dosen PGSD Universitas Jember, Moh. Badrus Sholeh Arif, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Aris Singgih Budiarso, M.Pd., tengah berupaya mengimplementasikan pelatihan model pembelajaran inovatif berbasis deep learning bagi guru sekolah dasar. Upaya ini merupakan bagian dari pelaksanaan Hibah Program Pengabdian Pemula yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 16 Juli 2025, di SDN Ampel 1 Wuluhan dengan mengusung tema “Pelatihan Model Pembelajaran Inovatif Berbasis Deep Learning Bagi Guru SDN Ampel 1 Wuluhan untuk Mendukung Profil Pelajar Pancasila.”
Pelatihan ini diikuti oleh para guru SDN Ampel 1 Wuluhan dan menghadirkan dua narasumber yang berkompeten. Moh. Badrus Sholeh Arif memaparkan materi mengenai pendekatan deep learning dalam pembelajaran, sementara Dr. Aris Singgih Budiarso menjelaskan penerapan model pembelajaran inovatif berbasis deep learning dalam konteks penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada guru tentang pendekatan deep learning dan model-model pembelajaran inovatif berbasis deep learning. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi para guru dalam mendukung implementasi kurikulum merdeka dan secara langsung berkontribusi pada pembentukan profil pelajar Pancasila.
Profil pelajar Pancasila menekankan pada pembentukan karakter siswa yang memiliki sikap mandiri, gotong royong, kreatif, kritis, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Oleh karena itu, pembelajaran yang berbasis deep learning sangat penting agar siswa tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan tetapi juga sesuai dengan kebutuhan saat ini dan masa depan.
Pada sesi pertama, Moh. Badrus Sholeh Arif, S.Pd., M.Pd, memaparkan tentang dasar-dasar deep learning dan bagaimana pentingnya dalam pembelajaran. Pendekatan deep learning dalam dunia pendidikan berfokus pada pemahaman yang mendalam terhadap konsep-konsep dan penguasaan kompetensi dan tidak hanya sekadar menghafal. Tujuan utama dari pendekatan ini adalah menciptakan siswa yang mampu menghubungkan berbagai konsep, berpikir secara kritis, aktif dalam proses belajar, serta dapat mengaplikasikan pengetahuan dalam konteks yang lebih luas. “Pendekatan ini sering kali melibatkan tiga elemen utama: mindful learning (belajar dengan kesadaran), meaningful learning (belajar yang bermakna), dan joyful learning (belajar yang menyenangkan),” ujar Badrus yang biasa disapa Mr MBS dalam penyampaiannya.
Selanjutnya, Dr. Aris Singgih Budiarso, M.Pd, mengulas bagaimana deep learning dapat diintegrasikan dalam model pembelajaran inovatif yang dapat mendukung pencapaian profil pelajar Pancasila. Menurut beliau, pembelajaran berbasis deep learning ini dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar lebih aktif, kolaboratif, dan berbasis pada pengembangan keterampilan abad ke-21. “Dengan mengimplementasikan deep learning, kita dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih dinamis dan terukur. Siswa akan lebih termotivasi untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menghadapi tantangan yang ada,” ungkap Aris.
Setelah pemaparan materi, sesi pelatihan dilanjutkan dengan praktik langsung. Para guru diberi kesempatan untuk menggali lebih dalam bagaimana cara mengintegrasikan deep learning dalam pembelajaran mereka sehari-hari. Guru-guru SDN Ampel 1 Wuluhan sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Banyak dari mereka yang mengungkapkan harapan agar pelatihan ini dapat memberikan mereka pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan di kelas. Mereka berharap dapat mengembangkan model pembelajaran yang tidak hanya berbasis pada pengajaran tradisional tetapi juga mengintegrasikan teknologi untuk mendukung perkembangan karakter dan kemampuan siswa sesuai dengan tuntutan kurikulum merdeka dan profil pelajar Pancasila.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal yang penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih inovatif di SDN Ampel 1 Wuluhan. Dengan menggunakan pendekatan deep learning, para guru diharapkan dapat lebih mudah memetakan potensi dan kebutuhan belajar siswa, serta mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan efektif.
Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan pendidikan nasional, yaitu menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Seiring berjalannya waktu, diharapkan lebih banyak sekolah yang mengikuti jejak SDN Ampel 1 Wuluhan dalam mengadopsi teknologi sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk karakter pelajar Pancasila yang unggul.
Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi para guru tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi kemajuan pendidikan di Indonesia, terutama dalam mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan global di era digital ini.