Mahasiswa Angkatan 2024 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember menghasilkan karya kreatif berupa buku antologi puisi dan video musikalisasi puisi sebagai produk luaran mata kuliah Apresiasi Puisi. Produk tersebut merupakan hasil pembelajaran berbasis praktik apresiasi sastra yang bertujuan mengembangkan kreativitas, kepekaan estetis, serta kemampuan ekspresi mahasiswa melalui karya sastra.

Perkuliahan Apresiasi Puisi kelas A, B, dan C diampu oleh sejumlah dosen, yakni Prof. Dr. Akhmad Taufiq, S.S., M.Pd., Inno Cahyaning Tyas, S.Pd., M.Pd., Dr. Adenarsy Avereus Rahman, S.Pd., M.Pd., dan Furoidatul Husniah, S.Pd., M.Pd. Melalui bimbingan para dosen tersebut, mahasiswa diarahkan untuk tidak hanya memahami teori puisi, tetapi juga menciptakan karya puisi secara langsung serta mengapresiasinya melalui bentuk pertunjukan musikalisasi.

Proses pembuatan produk akhir dimulai setelah pelaksanaan Ujian Tengah Semester, yakni sekitar minggu ke-9 perkuliahan. Penyusunan antologi puisi berlangsung pada 14 Oktober hingga 4 November, dengan ketentuan setiap mahasiswa menulis tiga puisi. Seluruh karya kemudian dikumpulkan dan dikoordinasikan oleh koordinator mata kuliah untuk disusun menjadi satu buku antologi. Khusus di kelas A, tema yang diangkat dalam antologi puisi adalah “Luka dan Trauma”, yang menjadi benang merah dalam keseluruhan karya mahasiswa.

Selain antologi puisi, mahasiswa juga menghasilkan video musikalisasi puisi yang dikerjakan secara berkelompok. Setiap kelas memiliki kebijakan pembagian kelompok yang berbeda. Di kelas A, mahasiswa dibagi menjadi tiga kelompok besar dengan sekitar 15 anggota per kelompok, sedangkan kelas B dan C memiliki kelompok dengan jumlah anggota yang lebih kecil. Musikalisasi puisi menggabungkan unsur sastra dan musik, seperti melodi, ritme, tempo, dan harmoni, sehingga puisi tidak hanya dinikmati melalui teks, tetapi juga melalui pertunjukan audiovisual yang lebih ekspresif.

Proses penciptaan puisi hingga menjadi antologi siap terbit melalui tahapan panjang, mulai dari penggalian ide, penulisan, revisi, hingga penyuntingan. Sementara itu, dalam proses musikalisasi puisi, mahasiswa menghadapi berbagai tantangan, seperti menyesuaikan nada dan kekompakan kelompok, menyelaraskan musik dengan makna puisi, serta keterbatasan alat musik. Meski demikian, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami puisi secara lebih mendalam.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadikan puisi sebagai ruang ekspresi yang jujur dan bermakna, tidak hanya dalam bentuk tulisan, tetapi juga dalam bentuk pertunjukan. Produk antologi puisi dan musikalisasi puisi tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran sastra di bangku kuliah mampu menghasilkan karya kreatif yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memiliki nilai estetika dan apresiasi seni yang tinggi.