Jember– Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui ajang LETIN 7 (Lomba Essay Tingkat Nasional ke-7). Kompetisi yang diselenggarakan oleh Komunitas Nusantara Muda bekerja sama dengan Universitas Janabadra ini telah dimulai sejak Gelombang 1 pada 20 Oktober 2025 dan mencapai puncak acara semi final serta final pada 14 Februari 2026 di Yogyakarta.
Prestasi tersebut diraih oleh tim yang diketuai oleh Naufal Maulana Meidiyanto (PBSI 2025) dengan anggota Widya Sinshalata dan Mesbaretha Gavin Dava Hosek. Dalam kompetisi tersebut, tim mengusung karya berjudul “Guardian Mitigation Card: Game Aksi AR 3D Urgensi Media Edukasi Antisipasi Bencana Abrasi di Puger Kabupaten Jember.” Karya ini menghadirkan inovasi berupa media pembelajaran interaktif berbasis teknologi augmented reality (AR) yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran siswa sekolah dasar terhadap mitigasi bencana abrasi dan pentingnya menjaga lingkungan pesisir.
Naufal menjelaskan bahwa bencana abrasi tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga dipengaruhi oleh aktivitas manusia, seperti penumpukan sampah di pesisir yang merusak terumbu karang sebagai pelindung alami pantai. Oleh karena itu, tim memandang bahwa pendidikan mitigasi bencana sejak usia dini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan. Inovasi media pembelajaran berbasis permainan interaktif dipilih sebagai solusi agar materi mitigasi bencana dapat dipahami dengan lebih menarik dan efektif oleh siswa.
Dalam proses penyusunan karya, tim terlebih dahulu melakukan analisis konsep dan pengumpulan data yang akurat, kemudian membandingkannya dengan kondisi lapangan. Selanjutnya, tim menggunakan metode analisis yang sesuai agar pembahasan dalam esai tepat sasaran dan mudah dipahami. Proses persiapan karya hingga pengembangan prototipe berlangsung selama kurang lebih satu bulan dengan pembagian tugas yang disesuaikan dengan keunggulan masing-masing anggota tim.
Meski menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kehadiran anggota tim saat babak final, tim tetap berupaya memberikan hasil terbaik. Naufal mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti kompetisi ini menjadi momen berharga yang membuka wawasan baru serta memotivasi tim untuk terus berkembang dan tidak berpuas diri. Ia juga berharap inovasi yang telah dikembangkan dapat direalisasikan sebagai media pembelajaran interaktif bagi siswa sekolah dasar.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan pihak fakultas yang memberikan motivasi serta bantuan pendanaan untuk merealisasikan produk yang dikembangkan. Tim berharap dukungan dari kampus dapat terus berlanjut agar semakin banyak mahasiswa yang mampu berprestasi dan memberikan kontribusi nyata melalui karya inovatif. Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Jember mampu bersaing dan berkontribusi dalam pengembangan solusi edukatif bagi masyarakat melalui ajang kompetisi nasional.