Nora Khairun Nisak, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember berhasil lolos dalam Program Magang Kependidikan Mandiri Internasional Indonesia Brunei Darussalam 2026. Program ini akan dilaksanakan di Sultan Hassanal Bolkiah Institute of Education, Universiti Brunei Darussalam, mulai 3 hingga 27 September 2026.

Program tersebut merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman mengajar secara langsung dalam lingkungan pendidikan internasional sekaligus memperluas wawasan mengenai sistem pendidikan di negara lain. Selama mengikuti program, peserta akan menjalani proses adaptasi dan penempatan di institusi pendidikan mitra untuk mengenal budaya belajar dan sistem pendidikan yang diterapkan di Brunei Darussalam.

Setelah tahap adaptasi, peserta akan melaksanakan praktik mengajar di sekolah mitra. Dalam kegiatan ini, mahasiswa akan menyampaikan materi pembelajaran, berinteraksi dengan siswa, mengelola kelas, serta menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Selain itu, program ini juga memberikan kesempatan untuk memahami perbedaan sistem pendidikan antara Indonesia dan Brunei Darussalam.

Di akhir kegiatan, peserta akan mengikuti monitoring dan evaluasi sebagai bentuk penilaian terhadap seluruh proses yang telah dijalani. Evaluasi tersebut diharapkan dapat memberikan masukan dan pengalaman berharga bagi peserta untuk meningkatkan kualitas diri sebagai calon pendidik profesional.

Nora mengaku tertarik mengikuti program ini karena ingin mengembangkan diri, baik secara akademik maupun personal. Menurutnya, program ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk meningkatkan kemampuan pedagogik, komunikasi, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru. Penggunaan bahasa Inggris dalam proses pembelajaran juga dianggap sebagai tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi secara profesional.

“Bagi saya, mengikuti program ini bukan hanya tentang menambah pengalaman, tetapi juga langkah untuk memperluas wawasan dan membangun kualitas diri sebagai calon pendidik yang mampu bersaing di era global,” ujarnya.

Ia juga berharap dapat membawa nama baik Universitas Jember dengan menunjukkan sikap profesional, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama dalam lingkungan internasional.

Proses seleksi yang harus dilalui terbilang cukup ketat. Peserta harus mempersiapkan berbagai kemampuan, mulai dari kemampuan berbicara, berbahasa Inggris, micro teaching, hingga pengembangan bakat. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika diminta menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an saat sesi wawancara. Sebagai seorang qoriah, ia membacakan ayat suci Al-Qur’an dengan nada qiroah, yang menurutnya menjadi nilai tambah di luar bidang akademik.

Pada tahap micro teaching, ia menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan berusaha menyampaikan materi dengan percaya diri serta komunikatif. Upaya tersebut mendapatkan apresiasi positif dari para penilai.

Menurutnya, keberhasilan lolos dalam program ini merupakan hasil dari kerja keras, ketelatenan, dan keberanian untuk terus berkembang. Ia menganggap kesempatan tersebut sebagai amanah besar untuk membawa nama baik Universitas Jember di tingkat internasional.