JEMBER – Semangat mencoba hal baru membawa mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Jember meraih medali perak dalam National Science Competition (NSC) 2026. Ajang ini diselenggarakan oleh PUSKANAS (Pusat Kejuaraan Sains Nasional) di bawah naungan Yayasan Berlian Hati Mulia (BHM), dengan pusat kegiatan berbasis di Yogyakarta dan pelaksanaan secara daring.
Mahasiswa PBSI tersebut mengaku bahwa NSC 2026 adalah pengalaman pertamanya mengikuti olimpiade tingkat nasional. Hasil yang diperoleh bukan hanya medali perak, tetapi juga masuk dalam jajaran Top 3 Twibbon Terbaik. “Alhamdulillah, ini pencapaian yang lumayan membanggakan sekaligus menjadi motivasi untuk terus berkembang,” ungkapnya.
Kompetisi berlangsung pada 29 Maret 2026, dengan pengumuman hasil serentak pada 31 Maret 2026. Meski dilaksanakan secara online, suasana lomba tetap terasa menantang. “Karena ini pertama kali, saya memilih opsi lomba daring dulu. Tapi meskipun online, saya tidak meremehkannya,” jelasnya.
Ketertarikan mengikuti NSC muncul dari keinginan untuk mencari tantangan baru dan memperluas relasi. Bidang yang dipilih pun selaras dengan program studi Bahasa Indonesia, sehingga selain berkompetisi, ia juga belajar memahami sistematis soal-soal bahasa.
Untuk persiapan, ia menggunakan metode latihan ala UTBK seperti membaca materi secara bergantian dengan tryout agar tidak jenuh. “Saya selingi dengan aktivitas yang membuat nyaman, supaya tetap relaks dan fokus,” katanya. Strategi sederhana ini terbukti efektif hingga mengantarkannya meraih medali perak.
Kisah ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FKIP Unej mampu bersaing di tingkat nasional dengan modal konsistensi, keberanian mencoba, dan strategi belajar yang terarah. Pengalaman NSC 2026 bisa dijadikan tips praktis mulai dari mengulang materi dasar, memanfaatkan platform digital, hingga menjaga keseimbangan antara belajar dan relaksasi.