Jember, 17 Mei 2026 — Dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Jember, Febrian Tegar Pratama dan Farhanah Aisha Mardatillah, keduanya angkatan 2023, berhasil meraih bronze medal pada subtema pendidikan dalam ajang Festival Esai Mahasiswa Indonesia 2026 yang digelar pada 9 Mei 2026 di Universitas Wisnuwardhana Malang. Kompetisi bergengsi tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Inteleksa bekerja sama dengan BEM Fakultas Hukum Universitas Wisnuwardhana Malang, dan diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Keduanya tampil membawa gagasan segar bertajuk "Inovasi Pendidikan Ekoliterasi 5.0 di Kawasan Perkebunan Jember: Gagasan Mahasiswa untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045", sebagai jawaban atas persoalan rendahnya kesadaran ekologi di kalangan siswa.

Esai tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap fenomena normalisasi kerusakan lingkungan di kalangan pelajar, khususnya di Kabupaten Jember yang dinilai belum memprioritaskan pendidikan ekoliterasi secara memadai. Melalui konsep Ekoliterasi 5.0, tim mengusulkan pendekatan berbasis platform digital dengan menempatkan mahasiswa sebagai fasilitator, inovator, dan penggerak literasi ekologi sebuah inovasi yang sejalan dengan empat pilar Visi Indonesia menuju Generasi Emas 2045.

Persiapan tim tidak berlangsung singkat. Dimulai sejak Januari 2026, keduanya menjalani proses penyusunan esai selama kurang lebih lima bulan di bawah bimbingan Yoga Yolanda, M.Pd. Proses tersebut mencakup riset permasalahan, penyusunan kerangka tulisan, pengumpulan referensi, hingga latihan presentasi yang dilakukan secara rutin bahkan di sela-sela kegiatan Asisten Mengajar dan tuntutan tugas perkuliahan. Tegar berperan dalam mengidentifikasi permasalahan, merancang konsep inovasi, dan menyiapkan administrasi lomba, sementara Farhanah berfokus pada penyusunan, penelaahan substansi esai, serta pengelolaan kebutuhan teknis dan logistik tim.

Momen paling membanggakan hadir saat nama ketua tim dikumandangkan sebagai penerima penghargaan di hadapan seluruh peserta. Pencapaian itu, menurut keduanya, adalah buah nyata dari komitmen dan kerja keras yang telah dijalani bersama. Kedepannya, tim berencana mengembangkan gagasan ini menjadi program yang lebih konkret, seperti modul pembelajaran, media digital, atau program pendampingan ekoliterasi di sekolah dan industri perkebunan.

Kepada mahasiswa lain yang masih ragu untuk melangkah, Tegar dan Farhanah menyampaikan pesan yang lugas, "Jangan takut untuk mencoba. Lomba nasional bukan hanya soal menang, tetapi tentang proses belajar, pengalaman, dan keberanian untuk mengasah diri."