Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan “barang baru” dalam dunia pendidikan, khususnya di sekolah. Adanya kebutuhan pelaporan capaian akademik individu siswa berdasarkan penilaian standar memunculkan TKA tersebut. TKA dinilai lebih objektif dan lebih adil dibandingkan dengan nilai Rapor.
Hasil TKA tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mata pelajaran matematika tahun 2025/2026 masih memprihatinkan. Skor rata-rata nasional menunjukkan untuk tingkat SD 43,45, SMP 40,42 dan SMA/SMK 36,10. Nilai ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia yang mencapai rata-rata 60,15, 60,83, dan 55,38.
Salah satu masalah yang muncul adalah mengapa skor TKA masih rendah dan bagaimana guru dapat membimbing siswa meningkatkan skor TKA tersebut. Prodi S2 (Magister) Pendidikan Matematika FKIP UNEJ yang setiap semester terjun ke sekolah “goes to schools” menyapa para guru matematika di pusat komunitas Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) matematika, kali ini selain mempromosikan dan memotivasi para guru melanjutkan jenjang pendidikan ke prodi S2 Pendidikan Matematika di FKIP UNEJ melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), juga memberikan alternatif usaha para guru untuk meningkatkan hasil TKA matematika siswanya. Akhir Mei 2026 lalu, Prof. Dr. Didik Sugeng Pambudi, M.S bersama Dr. Frenza Fairuz Firmansyah, M.Pd berkolaborasi dengan guru-guru matematika di MGMP matematika SMK Jember melakukan workshop optimalisasi hasil TKA matematika di SMKS PGRI 5 Kencong Jember dan SMKN 5 Jubung Jember.
Workshop dihadiri oleh anggota MGMP matematika SMK se-Jember, pengurus MGMP, Kepala Sekolah dan Kasi Cabang Dinas Pendidikan kabupaten Jember. Pada workshop tersebut dibahas permasalahan pembelajaran matematika, kurangnya minat belajar siswa, lemahnya kemampuan penalaran matematis siswa SMK, bagaimana menyusun soal TKA matematika dan usaha meningkatkan kualitas pembelajaran matematika menggunakan “deep learning” untuk meningkatkan minat dan daya nalar matematika siswa SMK. Produk workshop adalah hasil penyusunan soal mirip TKA matematika SMK sesuai kelas dan materi yang ada di kurikulum matematika SMK. Sesudah diberi pembahasan, dan direvisi, maka soal mirip TKA tersebut akan dilatihkan kepada siswa di SMK tempat mereka bertugas, dan hasilnya akan didiskusikan pada pertemuan MGMP mendatang.
Selain teori yang disampaikan pada workshop tersebut, Prof. Didik menyempatkan diri mengajar siswa kelas X selama 2 jam pelajaran untuk mempraktikan pembelajaran “mendalam”. Pembelajaran mengambil konteks “pembelahan sel” yang memunculkan konsep “barisan geometri” dan “pemangkatan bilangan”. Para siswa dibimbing berfikir kreatif, kritis, dan bernalar, bagaimana “menemukan pola bilangan”, “bagaimana bilangan berpangkat nol hasilnya satu?” “bagaimana makna bilangan berpangkat negatif?”. Melalui pembelajaran mendalam siswa sangat aktif terlibat dalam pembelajaran. Khususnya pada saat ditanya “berapa nol pangkat nol?”, ada siswa yang menjawa nol, ada yang mencari jawaban di handphone mereka. Diskusi yang menarik membuat para siswa menyadari bahwa matematika merupakan ilmu yang sangat bermanfaat, berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, dan mengasyikkan. Hal ini juga menciptakan pembelajaran yang “meaningfull learning”, “mindfull learning” dan “enjoyfull learning”. Para guru matematika yang menjadi observer selama pembelajaran merasakan bahwa dengan usaha terus menerus, para guru yakin dapat meningkatkan minat belajar matematika siswanya termasuk skor TKA di tahun-tahun mendatang. Pada kesempatan tersebut ditandatangani Perjanjian Kerjasama antara Prodi Magister Pendidikan Matematika FKIP UNEJ dengan pihak MGMP Matematika SMK Jember. Kedua pihak berkomitmen untuk bekerjasama dalam bidang pendidikan dengan tujuan memajukan pendidikan matematika di Jember.

