JEMBER – Momen wisuda menjadi penanda berakhirnya perjalanan sebagai mahasiswa sekaligus awal dari langkah baru dalam dunia profesional. Bagi salah satu wisudawan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember, prosesi wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi menjadi titik awal untuk mengabdikan ilmu yang telah dipelajari kepada masyarakat melalui dunia pendidikan.
Selama menempuh pendidikan di FKIP Universitas Jember, ia tidak hanya memperoleh bekal akademik, tetapi juga pengalaman berharga yang membentuk kemampuan, karakter, dan semangatnya sebagai calon pendidik. Salah satu capaian yang berhasil diraih menjelang kelulusan adalah mengembangkan supplementary listening material berbasis budaya lokal Jember untuk siswa kelas VII SMP. Karya tersebut bahkan telah didaftarkan ke Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) Universitas Jember sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi yang dihasilkannya.
"Saya berharap materi listening yang sudah saya buat dapat bermanfaat bagi siswa SMP, khususnya kelas VII, sehingga mereka dapat belajar bahasa Inggris melalui konteks yang dekat dengan kehidupan mereka, yaitu budaya lokal Jember," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa ketertarikannya mengembangkan materi tersebut berangkat dari pengalamannya melihat banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam keterampilan listening. Menurutnya, materi pembelajaran yang kontekstual dapat membantu siswa memahami bahasa Inggris dengan lebih mudah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerahnya sendiri.
Selain aktif mengembangkan inovasi pembelajaran, ia juga pernah mengikuti Program Kampus Mengajar. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk mengajar siswa sekolah dasar menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif. Dari pengalaman itu, ia semakin yakin bahwa menjadi seorang guru bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga mampu menciptakan suasana belajar yang membuat siswa nyaman dan percaya diri.
Perjalanan menyelesaikan studi tentu tidak selalu mudah. Di tengah penyusunan skripsi, ia tetap membantu ibunya mengajar les di rumah setiap hari. Jadwal mengajar yang dimulai sejak pukul 10.00 hingga 19.00 membuatnya baru bisa melanjutkan pengerjaan skripsi pada malam hari.
"Setelah selesai mengajar les di rumah, saya biasanya baru mulai mengerjakan skripsi sekitar pukul delapan malam. Kondisi itu mengajarkan saya untuk disiplin mengatur waktu dan tetap konsisten menyelesaikan tanggung jawab sebagai mahasiswa," kenangnya.
Di balik perjuangan tersebut, ia mengaku dukungan dari orang tua dan keluarga menjadi sumber semangat terbesar. Selain itu, sahabat-sahabat serta pasangan juga selalu hadir memberikan motivasi ketika dirinya merasa lelah maupun kehilangan ide dalam menyelesaikan tugas akhir.
Menjelang kelulusan, ia juga memperoleh pengalaman profesional dengan bergabung sebagai pengajar di English For Everyone (EFE) Indonesia. Pengalaman tersebut semakin memantapkan langkahnya untuk berkarier di bidang pendidikan sesuai dengan ilmu yang telah dipelajarinya selama kuliah.
Setelah resmi diwisuda, ia berharap dapat segera memulai karier sebagai pengajar bahasa Inggris, baik di sekolah formal maupun lembaga kursus. Baginya, wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus mengembangkan diri melalui pengalaman mengajar, pelatihan, maupun sertifikasi yang dapat meningkatkan kompetensi sebagai pendidik.
"Saya ingin menjadi guru yang profesional dan mampu menciptakan pembelajaran yang tidak hanya efektif, tetapi juga menarik dan bermakna bagi siswa. Saya percaya bahwa seorang guru tidak hanya mengajarkan bahasa, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan semangat belajar peserta didiknya," ujarnya.
Sebagai lulusan baru, ia menyadari bahwa dunia kerja akan menghadirkan tantangan yang berbeda dengan dunia perkuliahan. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk terus belajar, beradaptasi, serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Pengalaman mengajar selama hampir satu tahun di EFE Indonesia menjadi bekal berharga untuk menghadapi dunia profesional.
Menutup perjalanan studinya di FK8IP Universitas Jember, ia menyampaikan rasa syukur atas seluruh pengalaman yang telah dilalui. Baginya, setiap proses, tantangan, serta dukungan dari orang-orang terdekat menjadi bagian penting yang membentuk dirinya hingga mampu berdiri sebagai seorang wisudawan yang siap mengabdikan ilmu di dunia pendidikan.
"Semoga ilmu yang saya peroleh selama kuliah dapat memberikan manfaat bagi banyak orang. Saya ingin terus belajar, terus berkembang, dan menjadi pendidik yang mampu memberikan pengalaman belajar bahasa Inggris yang menyenangkan serta relevan dengan kehidupan siswa," pungkasnya.
