Jember-Tim vokal grup FKIP, kolaborasi mahasiswa lintas program studi berhasil menyabet posisi Juara 3 dalam ajang Seleksi Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) Tangkai Lomba Vocal Group tingkat universitas. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan secara langsung oleh Tim Task Force Pekan Seni Mahasiswa Nasional Universitas Jember pada tanggal 8 Juni 2026 yang bertempat di Gedung Soedjarwo Lantai 5, Universitas Jember. Prestasi membanggakan ini diraih berkat komitmen tinggi dan strategi matang dalam menyatukan berbagai karakter vokal menjadi harmoni yang padu oleh kesebelas mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
Keberhasilan ini merupakan wujud kerja sama dan dedikasi solid dari tim yang diketuai oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Ivan Feriansyah, beserta sepuluh anggota lainnya, yaitu Muammar Khadafi, Nabila Parsa Fitri Cahyani, Abiyyu Prima Maulana, Silvia Wahyu Dwi Putri, Yudistira Andeta Ramadhani, Razita Zahirah Salma, Aura Diva Nathania Adinda, Riza Isnaini Putri, Muhammad Habibi Baiquni, dan Rizki Nur Rahman. Perjalanan menuju podium juara tidak lepas dari tantangan yang signifikan, khususnya dalam mengintegrasikan kebiasaan bernyanyi, teknik vokal, serta warna suara yang berbeda-beda dari setiap anggota. Untuk menyiasati hal tersebut, tim menyusun aransemen dengan melakukan pembagian posisi suara meliputi sopran, alto, tenor, dan bass melalui beberapa kali tahapan uji coba. Melalui komunikasi dan evaluasi yang intensif, mereka berhasil merumuskan keseimbangan suara yang harmonis sehingga tidak ada dominasi suara tunggal maupun vokal yang saling menutupi satu sama lain.
Pada ajang kompetisi tersebut, delegasi ini membawakan dua tembang, yakni "Sirih Kuning" dan "Aku Cinta Dia". Pemahaman yang mendalam mengenai latar belakang budaya dan lirik kedua lagu tersebut digunakan sebagai pedoman fundamental untuk mengekspresikan dinamika suara serta membangun emosi saat tampil. Penampilan vokal mereka dipadukan secara apik dengan koreografi sederhana yang dirancang agar tidak mendistraksi kualitas teknik bernyanyi. Untuk mengoptimalkan penyampaian pesan, tim juga melakukan penyesuaian khusus pada atribut panggung, di mana penyanyi perempuan menggunakan setelan busana encim yang merepresentasikan budaya luhur Betawi demi mendukung harmonisasi makna pada lagu "Sirih Kuning". Sementara itu, para penyanyi laki-laki mengenakan kemeja putih dengan aksesori sarung yang dikalungkan serta kopiah untuk menonjolkan nilai-nilai tradisional secara visual.
Kekompakan ini juga yang menjadi kunci tim dalam mengatasi demam panggung dan kendala teknis, yang senantiasa diantisipasi dengan saling mengingatkan untuk tetap tenang, menjaga fokus, serta melakukan pemanasan vokal dan koordinasi terakhir sebelum pentas. Mewakili seluruh anggota tim, Ivan Feriansyah menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut dan melayangkan apresiasi khusus kepada dosen pendamping dari program studi PBSI, yakni Ibu Fitri Nura Murti, S.Pd., M.Pd., atas dukungan yang selama ini diberikan. Sebagai penutup, tim menyampaikan harapan agar setiap perwakilan yang kelak berlaga di tingkat nasional dapat menyiapkan diri sebaik mungkin, memancarkan rasa percaya diri, memperkokoh sinergi, serta menorehkan prestasi gemilang guna mengharumkan nama Universitas Jember.
(nfl/nmm)
