JEMBER – Sebagai upaya mendongkrak eksistensi dan berbagi kisah inspiratif, dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Angkatan 2025 Kelas A, yakni Naufal Maulana Meidiyanto dan Azizah Rina Amalia, sukses tampil memukau sebagai narasumber dalam program podcast bertajuk "Ngumpul" (Ngobrol dan Update Komunitas Lokal). Mengusung tema "Cerita di Balik Prestasi", siaran langsung yang merupakan buah kolaborasi antara Ikatan Mahasiswa Bahasa Indonesia (IMABINA) dan lembaga penyiaran publik RRI Jember tersebut mengudara secara live di kanal YouTube RRI Jember pada 31 Mei lalu, mulai pukul 20.00 hingga 21.00 WIB. Acara ini berlangsung dengan dinamis, santai, dan sangat interaktif berkat kepiawaian pemandu acara dalam menghidupkan suasana diskusi.
Mengemban amanah sebagai representasi mahasiswa PBSI kelas A tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Naufal dan Azizah. Keduanya telah mempersiapkan materi dan poin-poin pembahasan secara matang sebelum memasuki ruang siaran. Ketegangan yang sempat melanda lantaran ini merupakan pengalaman perdana mereka tampil di ranah penyiaran publik berskala luas, perlahan pudar saat berinteraksi dengan Ewin selaku host andalan RRI Jember.

"Tentunya sangat-sangat senang namun cukup deg-degan ya, karena first time juga saya dan rekan saya podcast secara live on YouTube di RRI Jember", ungkap salah satu narasumber. Walau demikian, obrolan berjalan sangat mengalir lantaran adanya keselarasan pembahasan dengan pemandu acara, sehingga Naufal dan Azizah merasa nyaman dan mampu menjawab setiap pertanyaan dengan lugas. Dalam membedah tema "Cerita di Balik Prestasi", kedua narasumber ini membagikan esensi dari sebuah perjuangan dan dinamika jatuh bangun yang harus dilalui oleh seorang mahasiswa. Mereka menyoroti pentingnya keberanian untuk mengambil langkah pertama, menjaga komitmen, serta mengadopsi cara pandang yang bijak ketika dihadapkan pada sebuah kegagalan.

"Kami ingin menyampaikan bahwasanya jangan takut untuk mencoba satu perlombaan atau sesuatu hal yang baru. Manusia tidak akan pernah mencoba jika tidak dengan belajar, dan ketika sudah memulai, maka kita harus siap untuk menuntaskannya hingga akhir", tegas mereka. Lebih lanjut, narasumber memberikan pesan moral yang mendalam, "Kegagalan itu adalah satu hal yang biasa. Jadi, jangan buat kegagalan itu adalah akhir segalanya, tapi merupakan cara semesta untuk membentuk diri kita lebih baik."
Kehadiran wadah kolaborasi antara IMABINA dan RRI Jember ini dinilai sangat strategis. Selain memicu semangat narasumber secara personal untuk terus mengukir prestasi yang lebih banyak lagi, platform ini juga menjadi sarana taktis bagi IMABINA dalam mempromosikan berbagai program kerja unggulannya ke khalayak luas. Ke depannya, Naufal dan Azizah menargetkan diri untuk terus bertumbuh agar kelak dapat kembali dipercaya mengisi berbagai forum edukatif dengan versi diri yang jauh lebih matang. Menutup siaran malam itu, mereka turut menyematkan seuntai harapan besar bagi rekan-rekan sejawatnya. "Harapannya untuk teman-teman PBSI angkatan 2025, semoga (tayangan ini) dapat menjadi wawasan dan juga motivasi agar bisa lebih semangat serta memiliki minat di bidang kompetisi nasional, khususnya di bidang kepenulisan seperti esai, LKTI, dan lain sebagainya", tutup narasumber.