JEMBER – Mahasiswa PBSI FKIP Universitas Jember Kelas B mempersembahkan drama kontemporer berjudul “Sasmita Lara” pada 25 Juni 2026 di Gedung PKM Unej. Pementasan ini diarahkan oleh sutradara Surya dengan tujuan tidak hanya memenuhi tugas kuliah, tetapi juga menjadi sarana hiburan sekaligus pembelajaran bagi penonton.
Surya menegaskan bahwa drama ini bukan karya individu, melainkan hasil kolaborasi seluruh aktor dan tim produksi. Persiapan dimulai sejak pertengahan Mei 2026, mencakup penyusunan naskah, latihan rutin, hingga teknis panggung. “Kami menjaga solidaritas dan membangun kepercayaan antar anggota tim agar pementasan berjalan sesuai visi,” jelasnya.
Drama Sasmita Lara mengangkat tokoh utama Kamala, si gadis ronggeng, yang terinspirasi dari novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Namun, naskah dikembangkan secara mandiri dengan tema ronggeng yang dipadukan isu-isu sosial tahun 1960-an, termasuk PKI, patriarki, dan dinamika masyarakat desa. Pesan moral yang ingin disampaikan adalah bahwa jalan keluar dari sebuah masalah tidak selalu mulus, namun tetap bisa ditemukan dengan keteguhan dan keberanian.
Latihan rutin, pendalaman karakter, serta pemahaman makna cerita menjadi kunci agar seluruh pemain mampu menampilkan drama yang sarat nilai budaya sekaligus relevan dengan isu sosial. Pementasan ini diharapkan dapat membuka ruang refleksi bagi penonton tentang pentingnya empati, perjuangan, dan pelestarian budaya lokal.