JEMBER – Mahasiswa PBSI FKIP Universitas Jember Angkatan 2024 Kelas B mempersembahkan sendratari berjudul “Jayasri Eka Wira Srikandi” pada 26 Juni 2026 di Universitas Jember. Pementasan ini diarahkan oleh sutradara Fadillah Wildani dengan tujuan utama melestarikan seni tari tradisional dan cerita pewayangan agar tetap relevan bagi generasi muda.

Seluruh anggota kelompok terlibat aktif dalam produksi sejak awal hingga akhir, dibantu oleh pelatih dalam pembentukan koreografi. Persiapan dimulai sejak bulan Mei dengan pembagian tugas yang terstruktur, sehingga setiap proses berjalan sesuai visi yang telah ditentukan.

Pemilihan naskah ini didasari oleh kisah Srikandi, sosok perempuan luar biasa yang berhasil mendobrak batas gender di zamannya untuk menjadi seorang Senopati. Cerita ini juga menyinggung keterkaitan dengan Dewi Amba, menghadirkan konflik batin yang dramatis dan magis. “Pesan moral yang ingin kami sampaikan adalah bahwa kemampuan seseorang tidak ditentukan oleh gender, melainkan oleh tekad, keberanian, dan ketulusan hati. Srikandi membuktikan bahwa perempuan mampu memikul tanggung jawab besar sama seperti laki-laki,” jelas Fadillah.

Proses pengarahan dilakukan melalui riset karakter, pendalaman koreografi tubuh, serta koordinasi intensif dengan tim tata panggung, musik, busana, dan pencahayaan. Hal ini bertujuan agar unsur mistis dan sakral dari cerita pewayangan dapat berpadu dengan sentuhan modern, menciptakan atmosfer magis yang hidup di atas panggung.

Sendratari Jayasri Eka Wira Srikandi menjadi bukti komitmen mahasiswa PBSI FKIP Unej dalam menjaga tradisi sekaligus menyampaikan pesan kesetaraan gender dan keberanian melalui seni pertunjukan.