JEMBER – Mahasiswa PBSI FKIP Universitas Jember Angkatan 2024 Kelas C mempersembahkan drama berjudul “TERMIN” pada 26 Juni 2026. Pementasan ini diarahkan oleh sutradara Selvi dengan tujuan utama menyampaikan kritik sosial melalui media seni pertunjukan. Selain menjadi penilaian tugas akhir semester, drama ini diharapkan mampu mengajak penonton berpikir kritis terhadap persoalan lingkungan sekitar, seperti penyalahgunaan kekuasaan, ketidakadilan, dan lunturnya nilai kemanusiaan.
Proses persiapan dimulai sekitar satu bulan setengah sebelum pementasan. Tahapan yang dilakukan meliputi pemilihan naskah, bedah naskah, casting, pembentukan tim artistik, proses reading, lepas naskah, eksplorasi, blocking, detail, running, hingga gladi kotor. Selama satu bulan penuh, tim melakukan latihan rutin sekaligus pembuatan properti.
Selvi menjelaskan bahwa pemilihan naskah ini didasari relevansi kuat dengan kondisi sosial saat ini. “Tema mengenai kekuasaan, korupsi, ketidakadilan, dan suara rakyat selalu menarik untuk didiskusikan melalui teater. Kekuasaan tanpa moral dapat membawa kehancuran, sedangkan keberanian menyuarakan kebenaran adalah bentuk tanggung jawab warga negara,” ungkapnya. Nilai budaya yang ingin disampaikan mencakup kejujuran, kepedulian terhadap sesama, semangat gotong royong, keberanian menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, serta sikap kritis terhadap persoalan sosial.
Produksi drama ini melibatkan banyak pihak, mulai dari sutradara, stage manager, aktor, hingga tim artistik. Selain itu, kakak tingkat turut berkontribusi di balik layar, serta dukungan dari dosen pengampu mata kuliah apresiasi drama. Proses pengarahan dilakukan dengan menjelaskan konsep dan visi pementasan kepada seluruh tim, bedah naskah bersama, serta latihan intensif untuk penghayatan karakter, intonasi dialog, ekspresi, gerak, dan blocking panggung. Koordinasi dengan tim produksi dilakukan secara berkala untuk memastikan tata cahaya, suara, kostum, dan properti mendukung suasana yang dibangun.
Dengan komunikasi yang baik, evaluasi rutin, dan kerja sama seluruh tim, drama TERMIN berhasil diwujudkan sebagai karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah kesadaran sosial penonton.