JEMBER – Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Jember (UNEJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademis di tingkat internasional. Melalui program International Community Engagement, Pendidikan Geografi UNEJ menggelar Sharing Session bertajuk "International Curriculum Sharing in Education: Strengthening School–University" yang berlangsung secara luring di Aula SMAN 2 Jember pada Kamis (30/07/2026).

​Kegiatan kolaboratif ini mempertemukan tiga pilar lembaga pendidikan, yaitu Pendidikan Geografi UNEJ, SMA Negeri 2 Jember, serta Sultan Hassanal Bolkiah Institute of Education (SHBIE) dari Universiti Brunei Darussalam (UBD). Fokus utama agenda ini adalah mendorong penyelarasan kurikulum antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi yang berstandar internasional.

 

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Pendidikan Geografi UNEJ, Prof. Dr. Sri Astutik, M.Si., menyampaikan pentingnya menjembatani transisi kurikulum dari tingkat sekolah menuju perguruan tinggi agar selaras dengan tuntutan global.

"Penyelarasan kurikulum berstandar internasional antara sekolah menengah dan perguruan tinggi sangat krusial. Melalui kolaborasi lintas negara ini, kita ingin memastikan bahwa lulusan sekolah menengah memiliki kesiapan akademik dan kompetensi global yang relevan ketika melangkah ke jenjang pendidikan tinggi," ujar Prof. Sri Astutik.

 

​Kepala SMAN 2 Jember, Yuswita Sari, S.Pd., M.P., menyambut hangat pelaksanaan kegiatan pengabdian internasional ini di sekolahnya. Ia menilai kolaborasi ini memberi wawasan baru bagi wawasan pengajaran di tingkat SMA.

"Kami sangat mengapresiasi kepercayaannya menjadikan SMAN 2 Jember sebagai tuan rumah. Diskusi kurikulum internasional ini membuka wawasan baru bagi para pendidik kami untuk terus berinovasi dan menyesuaikan standar pembelajaran yang mampu melahirkan generasi berdaya saing internasional," ungkap Yuswita Sari.

 

​Sementara itu, perwakilan dari SHBIE Universiti Brunei Darussalam, Elle Sophia Binti Shahrul Zaman, menegaskan pentingnya pertukaran pengalaman praktik baik (best practices) dalam pengembangan kurikulum antara Brunei Darussalam dan Indonesia.

"Synergy between universities and schools serves as the cornerstone for building a sustainable educational ecosystem. It is our hope that this curriculum exchange will reinforce academic partnerships and foster innovative pedagogical approaches across both nations." tutur perwakilan SHBIE UBD tersebut.

​Selain diskusi utama mengenai penyelarasan kurikulum, acara yang dihadiri oleh jajaran pendidik dan akademisi ini juga diisi oleh paparan serta sesi tanya jawab dari perwakilan SHBIE UBD lainnya, yakni Awang Muhammad Firdaus bin Awang Abdul Sani, Naqiyyah binti Awang Hipni, dan Ibnu Dasila Bin Haji Abdullah.

​Melalui kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini, diharapkan kerja sama antara UNEJ, SMAN 2 Jember, dan Universiti Brunei Darussalam dapat terus berkelanjutan dalam bentuk pengembangan kapasitas guru, riset bersama, maupun program pertukaran di masa mendatang.