Jember – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Magang Kependidikan Tahun 2026 pada Kamis, 23 Juli 2026, di Gedung Soetardjo. Kegiatan tersebut diikuti oleh 788 mahasiswa peserta Magang Kependidikan, enam pemateri, serta panitia yang bertugas dalam pelaksanaan kegiatan.

Ketua KKPLP FKIP UNEJ, Iwan Wicaksono, menjelaskan bahwa Program Magang Kependidikan Tahun 2026 melibatkan 64 lembaga pendidikan formal dan nonformal sebagai mitra. Lokasi pelaksanaan magang mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), hingga Madrasah Aliyah (MA).

Pelaksanaan Magang Kependidikan menjadi salah satu upaya FKIP UNEJ dalam memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja sebagai pendidik. Program tersebut juga diarahkan untuk mengembangkan kompetensi calon guru, memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra, mendorong inovasi pembelajaran berbasis teknologi, serta mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah.

“Tujuan kegiatan Magang Kependidikan adalah memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam penyelenggaraan pembelajaran di sekolah, mengembangkan kompetensi calon guru, menguatkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra, serta menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja sebagai pendidik profesional,” ujar Iwan.

Sebagai bekal sebelum diterjunkan ke sekolah mitra, mahasiswa mendapatkan sejumlah materi dalam kegiatan pembekalan. Materi tersebut meliputi kebijakan pendidikan, Kurikulum Deep Learning, Nusantara, Bullying dan kekerasan seksual, serta petunjuk teknis pelaksanaan Magang Kependidikan di sekolah.

Mekanisme pelaksanaan program diawali dengan proses seleksi melalui program studi. Selanjutnya, mahasiswa ditempatkan di sekolah mitra dan melakukan proses perizinan. Setelah itu, mahasiswa memperoleh pembekalan sebelum penetapan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), sosialisasi kepada kepala sekolah mitra, hingga upacara penerjunan. Selama program berlangsung, pelaksanaan kegiatan juga didukung melalui proses monitoring di sekolah.

Dalam pelaksanaannya, keberhasilan Magang Kependidikan tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Sekolah mitra, guru pamong, dan DPL memiliki peran dalam membangun komunikasi yang intensif dan pendampingan berkelanjutan. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh umpan balik, evaluasi, dan ruang refleksi selama menjalankan kegiatan di lingkungan sekolah.

Pada tahun 2026, terdapat perubahan istilah dalam penyelenggaraan program. Jika sebelumnya kegiatan tersebut dikenal sebagai Pembelajaran di Luar Kampus, kini program tersebut menggunakan istilah Magang Kependidikan.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman praktik di sekolah, tetapi juga berkembang menjadi calon pendidik yang kompeten, profesional, adaptif, dan reflektif. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi berbagai tuntutan dunia pendidikan secara nyata.

Iwan juga menyampaikan bahwa mahasiswa dapat menghadapi sejumlah tantangan selama menjalani program, seperti beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan menghadapi keberagaman karakter yang ada di lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, FKIP UNEJ memberikan pembekalan sebelum pelaksanaan magang serta pendampingan oleh DPL untuk membantu mahasiswa menjalankan program dengan baik.

“Magang Kependidikan diharapkan tidak hanya dipandang sebagai kewajiban akademik, tetapi juga sebagai kesempatan untuk belajar, mengembangkan diri, dan membangun pengalaman nyata sebagai calon pendidik,” pungkas Iwan.