JEMBER – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember, Rizky Satrio Dewangga, berhasil menorehkan prestasi dengan meraih Juara I dalam Kompetisi Esai KATARA FEST 2026: National Poetry & Essay Competition. Prestasi tersebut diraih melalui karya berjudul “SUARA-LINK: Sistem Unifikasi Aspirasi dan Rekonstruksi Advokasi Berbasis Literasi Integratif Normatif untuk Kebijakan Perlindungan Korban Kekerasan Seksual”.

KATARA FEST 2026 merupakan kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan pada 21–30 Juni 2026 oleh AKSARA Telkom University. Ajang tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia untuk menyampaikan gagasan kritis dan inovatif melalui karya puisi maupun esai dengan mengangkat berbagai isu sosial kontemporer.

Rizky mengikuti kompetisi tersebut secara mandiri dengan mengangkat isu perlindungan korban kekerasan seksual. Gagasan SUARA-LINK berangkat dari kegelisahannya terhadap masih adanya kesenjangan antara regulasi perlindungan korban dan implementasinya di lapangan. Melalui esainya, Rizky menawarkan gagasan berupa sistem yang mengintegrasikan literasi hukum, teknologi kecerdasan buatan, pelaporan anonim yang aman, serta koordinasi antarlembaga dalam mendukung perlindungan korban.

“SUARA-LINK lahir dari keyakinan bahwa teknologi sederhana yang dirancang dengan empati dapat menjembatani kesenjangan antara regulasi yang kuat dan realitas perlindungan korban yang masih sangat lemah di lapangan,” ungkap Rizky.

Dalam proses penyusunannya, Rizky melalui sejumlah tahapan, mulai dari pencarian ide, pengumpulan data dan referensi, hingga penyusunan argumentasi. Ia mempelajari berbagai sumber, seperti Catatan Tahunan Komnas Perempuan, laporan lembaga internasional, literatur akademik mengenai trauma-informed design, serta kajian hukum terkait implementasi Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Berbagai referensi tersebut digunakan untuk membangun argumentasi dan solusi yang relevan dengan persoalan yang diangkat.

Tantangan yang dihadapi Rizky selama proses penyusunan karya adalah menjaga keseimbangan antara kedalaman teknis gagasan dengan keterbacaan esai. Ia juga harus memastikan data yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan serta membagi waktu antara penyusunan karya kompetisi dan tanggung jawab akademiknya. Dalam proses tersebut, dosen pembimbing turut memberikan arahan terkait kerangka argumentasi dan validitas ilmiah dari solusi yang ditawarkan.

Bagi Rizky, pencapaian tersebut memiliki makna penting dalam perjalanan akademik dan pengembangan dirinya sebagai mahasiswa Pendidikan Fisika. Prestasi ini menjadi bukti bahwa latar belakang keilmuan tidak membatasi mahasiswa untuk memberikan perhatian dan kontribusi terhadap berbagai persoalan sosial. Pola berpikir sistemik yang diperolehnya melalui pembelajaran fisika juga menjadi salah satu pendekatan yang diterapkan dalam merancang gagasan SUARA-LINK.

“Prestasi ini memperkuat keyakinan saya bahwa mahasiswa Indonesia memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya berprestasi secara akademik di dalam kelas, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap persoalan bangsa melalui medium yang paling mereka kuasai,” ujar Rizky.

Keberhasilan Rizky Satrio Dewangga meraih Juara I KATARA FEST 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa FKIP Universitas Jember untuk terus mengembangkan kemampuan, berani menyuarakan gagasan, serta memberikan kontribusi melalui karya inovatif yang berangkat dari persoalan di masyarakat.