JEMBER – Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Jember menyelenggarakan kegiatan Academic Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Pengelolaan Sumber Daya Alam Gumuk Jember dan Pertanian Industrial Berkelanjutan". Acara yang berlangsung pada Selasa (13/10) ini menghadirkan Dr. Firman Sauqi Nur Sabila, S.T., M.T., seorang ahli geologi (Independent Geologist dan peneliti Ijen UNESCO Global Geopark), sebagai narasumber utama.
Kegiatan yang dipandu oleh M. Rizqon Al Musafiri, M.Pd. sebagai moderator ini diawali dengan sambutan dari Koordinator Program Studi Pendidikan Geografi, Prof. Dr. Sri Astutik, M.Si.,. Dalam sambutannya, Prof. Sri Astutik menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai karakteristik bentang alam lokal Jember agar akademisi dan mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat.
Dalam sesi pemaparan materi bertajuk "Menyingkap Kisah Seribu Gumuk Jember: Warisan Geologi Bumi Pandalungan", Dr. Firman Sauqi menjelaskan asal-usul terbentuknya ribuan gumuk atau bukit-bukit kecil di Jember. Berdasarkan kajian geologi vulkanik, bentang alam gumuk Jember merupakan hasil peristiwa katastropik masa lalu, yakni runtuhnya sektor barat Gunung Purba "Gadung" (kompleks Gunung Raung) yang menghasilkan endapan debris avalanche (longsoran raksasa). Fenomena ini bahkan diakui dalam literatur geologi dunia karena membentuk ribuan hummock di dataran Jember.
Dr. Firman juga menyoroti peran penting gumuk dalam membentuk ekosistem, tata air, serta mendukung peradaban pertanian di Jember, termasuk sejarah keberhasilan pertanian tembakau yang tersohor hingga tingkat internasional. Namun, ia turut memprihatinkan kondisi geomorfologi gumuk saat ini yang makin terancam akibat alih fungsi lahan dan aktivitas penambangan. "Warisan geologi ini semestinya harus kita jaga bersama karena fungsinya yang sangat vital bagi keseimbangan alam," tegasnya.
Usai pemaparan narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) interaktif yang dibagi ke dalam empat kelompok fokus utama:
- Wisata dan Edukasi
- Konservasi, Ekologi, dan Tata Guna Lahan
- Pengelolaan Sumber Daya Alam
- Sosial dan Budaya
Setiap kelompok ditugaskan untuk memetakan permasalahan ruang dan lingkungan berbasis analisis kerangka kerja (seperti analisis SWOT) serta merumuskan gagasan konkret berupa usulan program atau project nyata berbasis keberlanjutan. Hasil diskusi tersebut kemudian dipresentasikan di hadapan peserta dan tim penilai pada akhir sesi.
Melalui penyelenggaraan Academic FGD ini, Prodi Pendidikan Geografi FKIP UNEJ berharap dapat melahirkan rekomendasi strategis serta gagasan inovatif bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam melestarikan gumuk Jember sebagai geoheritage sekaligus mendorong terwujudnya pertanian industrial yang berkelanjutan di Bumi Pandalungan.