JEMBER— Alifiah Nur Sayyidah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) FKIP Universitas Jember, berhasil meraih Juara Harapan 1 Lomba Artikel Ilmiah APGPAUD Awards 2026. Ajang ini diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Ganesha sebagai bagian dari rangkaian Kongres APGPAUD XVI 2026. Kompetisi berlangsung melalui beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran pada 2 Juli 2026, pengumpulan karya secara daring, proses penjurian, dan penetapan pemenang, hingga awarding ceremony pada 1 Oktober 2026.
Dalam kompetisi tersebut, Alifiah bersama tim mengangkat artikel berjudul “Arah Pengembangan Kompetensi Program Studi PG PAUD Menuju Kompetensi Global Melalui Pembelajaran Sepanjang Hayat: Refleksi Implementasi Kurikulum Merdeka di RA Nur Alawy”. Artikel ini membahas penerapan Kurikulum Merdeka di RA Nur Alawy sebagai bahan refleksi untuk mengembangkan kompetensi calon pendidik PAUD agar mampu menghadapi tantangan pendidikan masa depan. Pembahasannya mencakup kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler yang dikaji melalui pengumpulan data berupa observasi, wawancara dengan kepala sekolah dan guru, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran.
Alifiah mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut dan menjadikannya sebagai pengalaman berharga untuk terus belajar. “Untuk teman-teman mahasiswa, jangan takut mencoba dan mengikuti lomba. Manfaatkan kesempatan yang ada, karena dari proses tersebut kita bisa belajar banyak hal dan mengembangkan kemampuan diri,” ungkapnya. Menurut Alifiah, proses penyusunan artikel bersama tim dan dosen pembimbing membutuhkan kerja sama, ketekunan, serta kemampuan mengolah berbagai temuan lapangan menjadi pembahasan ilmiah yang terarah.
Prestasi ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi dan berani berpartisipasi dalam kompetisi akademik. Bagi Alifiah, mengikuti APGPAUD Awards 2026 bukan sekadar upaya meraih penghargaan, tetapi juga kesempatan untuk mencoba pengalaman baru dan meningkatkan keterampilan menulis ilmiah. Melalui karya tersebut, ia berharap gagasan mengenai pembelajaran sepanjang hayat dapat menjadi bahan refleksi bagi pengembangan kompetensi calon pendidik PAUD dan peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.