JEMBER– Gagasan inovatif tentang pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam pendidikan dasar mengantarkan Ira Hidayana, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Jember (UNEJ), bersama Thalita Nathania Zadarizq dari Program Studi Kesehatan Masyarakat UNEJ, meraih Juara 2 sekaligus Best Poster dalam Lomba Esai Nasional Einstein Great. Kompetisi tersebut diselenggarakan secara luring pada 20 September 2026 di Fakultas Teknik Universitas Jember dan diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam kompetisi tersebut, keduanya mengusung esai berjudul “NALAR: Rekonstruksi Model Pembelajaran Berbantuan Kecerdasan Artifisial untuk Memperkuat Kemandirian Berpikir Siswa Sekolah Dasar.” Esai ini menyoroti penggunaan AI di kalangan siswa yang berpotensi melemahkan kemampuan berpikir kritis apabila hanya dimanfaatkan untuk memperoleh jawaban. Melalui gagasan NALAR, AI ditempatkan sebagai pendamping pembelajaran (scaffold) yang membantu siswa mengeksplorasi informasi, memeriksa sumber, menganalisis, merefleksikan, hingga menyusun kesimpulan secara mandiri. Gagasan tersebut kemudian disajikan kembali dalam bentuk poster yang ringkas dan menarik.

Proses penyusunan karya diawali dengan menentukan permasalahan, mengumpulkan data dan referensi, menyusun kerangka esai, hingga merancang poster yang mudah dipahami. Tantangan muncul ketika keduanya harus menyeimbangkan kekuatan gagasan dengan penyajian yang sederhana, sekaligus memastikan data dan argumen mendukung solusi yang ditawarkan. Kolaborasi lintas program studi juga menjadi pengalaman tersendiri karena keduanya perlu memadukan perspektif pendidikan dan kesehatan. “Sebuah karya tidak cukup hanya memiliki ide yang bagus, tetapi juga harus mampu dikemas dan dikomunikasikan dengan baik,” ungkap Ira.

Keikutsertaan Ira dan Thalita berawal dari keinginan mengembangkan kemampuan menulis, menguji gagasan, serta memperoleh pengalaman baru di luar perkuliahan. Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa PGSD dapat berkontribusi dalam menjawab tantangan pendidikan melalui pemikiran inovatif. Keduanya berharap gagasan NALAR dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan AI yang lebih bijak, sehingga teknologi tidak menggantikan proses berpikir siswa, tetapi justru memperkuat kemandirian dan daya kritis mereka.

Penulis: ULFIYANTI