Penelitian tentang praktikum biologi berbasis isu tembakau Jember mengantarkan Dr. Bea Hana Siswati, M.Pd., meraih penghargaan Excellent Oral Presentation di Korea Selatan.

BUSAN, KOREA SELATAN – Dr. Bea Hana Siswati, M.Pd., dosen Magister Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (UNEJ), meraih penghargaan Award of Excellence – Excellent Oral Presentation dalam The 30th Biennial Conference of the Asian Association for Biology Education (AABE) & 2026 International Conference of the Korean Society of Biology Education (KSBE). Konferensi bertema “Biology Education for Ecological Transformation: Harmony with Nature” ini berlangsung di Pusan National University, Busan, Korea Selatan, pada 9–12 Oktober 2026. Presentasi dilakukan pada 10 Oktober, sedangkan penghargaan diserahkan pada 11 Oktober 2026.

Menghadirkan Persoalan Tembakau Jember ke Ruang Kelas

Dr. Bea mempresentasikan penelitian berjudul “From Tobacco Fields to Sustainable Futures: Advancing Sustainability Literacy Through Socio-Scientific Issue-Based Biology Practicums”. Penelitian ini merupakan kolaborasi Iis Nur Asyiah, Bea Hana Siswati, Jekti Prihatin, dan Sulifah Aprilya Hariani dari Universitas Jember, bersama Rissa A. Lasap dari Centro Escolar University dan Kristine Hazel Bidayan dari Batanes National Science High School, Filipina.

Penelitian berangkat dari kebutuhan menghadirkan pembelajaran biologi yang tidak berhenti pada hafalan konsep. Tembakau, yang lekat dengan kehidupan masyarakat Jember, menjadi konteks untuk mengajak siswa memahami hubungan antara sains, lingkungan, ekonomi, kesehatan, dan masyarakat.

Melalui pendekatan Socio-Scientific Issues (SSI)—pembelajaran yang menggunakan persoalan nyata dengan dimensi sains dan sosial—sebanyak 197 siswa kelas XI dari dua SMA negeri di Jember mengikuti enam sesi pembelajaran selama sekitar tiga minggu. Kegiatan mencakup pengenalan isu, observasi lapangan, pengujian tanah di laboratorium (pH, bahan organik, nitrogen, dan bakteri tanah), penyusunan argumentasi, serta deliberasi atau diskusi bersama panel pemangku kepentingan.

Hasil Penelitian Menunjukkan Perkembangan Literasi Keberlanjutan

Perkembangan siswa diukur sebelum dan sesudah pembelajaran melalui 36 butir instrumen yang mencakup empat dimensi: kesadaran lingkungan, pengetahuan sosial-ekonomi, berpikir kritis, dan orientasi tindakan. Hasilnya menunjukkan perubahan positif setelah siswa mengikuti rangkaian praktikum.

  • Skor rata-rata literasi keberlanjutan meningkat dari 52,3 menjadi 74,8, atau naik 22,5 poin; peningkatan ini signifikan secara statistik (p < 0,001).
  • Analisis menunjukkan N-gain sebesar 0,47 (kategori sedang) dan Cohen’s d sebesar 2,14, yang menunjukkan ukuran efek besar pada penelitian ini.
  • Peningkatan paling besar terlihat pada orientasi tindakan dan berpikir kritis, yang membantu siswa menimbang bukti, melihat persoalan dari beragam sudut pandang, dan mempertimbangkan pilihan yang lebih bertanggung jawab.

Temuan ini memperlihatkan bahwa persoalan lokal dapat menjadi sumber belajar yang kuat. Praktikum berbasis isu mendorong siswa menghubungkan bukti ilmiah dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus sejalan dengan Education for Sustainable Development (ESD), yaitu pendidikan yang membekali peserta didik untuk ikut membangun masa depan berkelanjutan.

Kolaborasi dan Pendidikan untuk Masa Depan Berkelanjutan

“Bagi saya, penghargaan ini bukan hanya tentang presentasi, tetapi juga tentang pentingnya membawa persoalan yang dekat dengan kehidupan siswa ke dalam pembelajaran biologi. Saya berharap praktikum berbasis isu lokal dapat membantu siswa belajar membaca bukti, berdialog dengan berbagai sudut pandang, dan merancang tindakan yang lebih peduli terhadap lingkungan. Saya juga berterima kasih kepada seluruh tim kolaborasi yang telah bekerja bersama mengembangkan gagasan ini.”

— Dr. Bea Hana Siswati, M.Pd.

“Kami mengapresiasi capaian Dr. Bea Hana Siswati dan tim dalam membawa inovasi pembelajaran biologi berbasis konteks lokal ke forum internasional. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika FKIP UNEJ untuk terus mengembangkan penelitian dan pembelajaran yang berdampak bagi masyarakat, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi internasional.”

— Dr. Mohamad Na’im, M.Pd., pimpinan FKIP Universitas Jember

Sertifikat penghargaan mencantumkan Award of Excellence – Excellent Oral Presentation atas nama tim penulis. Penghargaan ditandatangani Kiyoyuki Ohshika selaku Executive Chair AABE, Jaeho Sim selaku Presiden KSBE, serta Juneuy Hong dan Kew-Cheol Shim selaku Co-Chair Organizing Committee.

Capaian ini menegaskan bahwa inovasi pendidikan dapat berawal dari persoalan yang dekat dengan masyarakat. Dari lahan tembakau Jember, pembelajaran biologi berkembang menjadi ruang bagi generasi muda untuk memahami keterkaitan antara sains, manusia, dan lingkungan serta menyiapkan langkah menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

BUSAN KOREA2

Sertifikat Award of Excellence – Excellent Oral Presentation yang diberikan kepada tim penulis atas presentasi penelitian tentang literasi keberlanjutan melalui praktikum biologi berbasis isu sosial-saintifik.

 

BUSAN KOREA3
Suasana opening ceremony The 30th Biennial Conference of AABE & 2026 International Conference of KSBE di Pusan National University, Busan, Korea Selatan.