JEMBER – Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Jember kembali menorehkan prestasi internasional. Vivian Muzayyadah, mahasiswa angkatan 2023, berhasil lolos seleksi International Teaching Assistance in Brunei Darussalam 2026, sebuah program magang kependidikan bertaraf internasional yang memberi kesempatan mahasiswa untuk praktik mengajar langsung di sekolah-sekolah Brunei Darussalam.
Program ini tidak hanya berfokus pada kegiatan mengajar, tetapi juga membuka ruang bagi peserta untuk mempelajari sistem pendidikan luar negeri, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, serta mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik profesional dan adaptif di lingkungan global.
Seleksi dimulai pada awal Maret 2026. Pendaftaran dibuka pada 2-7 Maret, dilanjutkan seleksi administrasi pada 9-11 Maret, wawancara pada 26 Maret, hingga pengumuman kelolosan pada 31 Maret 2026. Proses seleksi dan wawancara dilakukan oleh KKPLP FKIP UNEJ di Gedung Dekanat FKIP Universitas Jember.
Pelaksanaan program akan berlangsung di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Peserta akan ditempatkan di sekolah-sekolah untuk teaching practice dan tinggal di The Core Residential College Universiti Brunei Darussalam selama kegiatan berlangsung.
Vivian menegaskan motivasi terbesarnya adalah keluar dari zona nyaman dan mencoba lingkungan baru yang menantang secara global. “Saya ingin memahami bagaimana sistem pendidikan di negara lain berjalan, sekaligus membawa pengalaman dan sudut pandang baru yang nantinya bisa saya terapkan ketika kembali ke Indonesia. Bagi saya, ini bukan hanya tentang pergi ke luar negeri, tetapi tentang proses bertumbuh dan mempersiapkan diri menjadi pendidik yang relevan di masa depan,” ujarnya.
Tahapan seleksi yang dijalani cukup menantang, terutama saat praktik micro teaching menggunakan bahasa Inggris. “Saya harus menunjukkan kemampuan mengajar sekaligus komunikasi langsung dalam bahasa Inggris. Itu membuat saya mempersiapkan diri dengan serius, terutama dalam hal komunikasi, kepercayaan diri, dan bagaimana menyampaikan tujuan saya mengikuti program ini,” jelasnya.
Setelah dinyatakan lolos, Vivian merasa sangat bersyukur dan bangga. “Rasanya seperti semua usaha yang sudah saya lakukan terbayar. Di sisi lain, saya juga merasa tertantang karena ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk membawa nama baik diri sendiri, kampus, dan juga Indonesia,” tambahnya.