JEMBER – Kisah inspiratif datang dari Cinta Dewi Permatasari, mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Jember, yang berhasil lolos dalam Program International Teaching Assistance in Thailand (ITAT) 2026. Program ini merupakan ajang asisten mengajar internasional yang dirancang khusus oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk membuka wawasan global bagi calon pendidik.
Dalam wawancara, Cinta menjelaskan bahwa ITAT bukan sekadar kesempatan mengajar, tetapi juga sarana membentuk pendidik bermutu dengan pengalaman internasional. “Program ini memberi ruang bagi mahasiswa keguruan untuk belajar budaya, sistem pendidikan, sekaligus melatih kemampuan mengajar dan beradaptasi,” ungkapnya.
Proses seleksi dimulai sejak Oktober 2025 dengan pendaftaran dan berkas administrasi, dilanjutkan wawancara, hingga pengumuman hasil pada November 2025. Seleksi dilakukan di Gedung FKIP Universitas Jember, sementara kegiatan utama akan berlangsung di Thailand Selatan, tepatnya di lima provinsi yang menjadi lokasi penempatan peserta.
Motivasi Cinta mengikuti program ini berakar dari pengalaman masa SMK di bidang pariwisata. “Dulu saya belajar bahasa, bahkan sempat magang jadi tour guide di Malang. Dari situ saya berpikir, apakah saya bisa menjelajahi dunia dengan satu jurusan? Awalnya ingin tetap di pariwisata, tapi orang tua mendorong saya masuk FKIP. Ketika mendengar info ITAT, saya merasa ini kesempatan besar untuk membuktikan diri,” tuturnya.
Perasaan saat dinyatakan lolos begitu emosional. “Awalnya senang, lalu berpikir, wow apakah Tuhan mempercayai langkah besar ini,” kata Cinta dengan penuh rasa syukur.
Program ITAT 2026 menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa FKIP UNEJ mampu bersaing di tingkat internasional, sekaligus membawa semangat baru dalam dunia pendidikan.