Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui keberhasilan delapan tim mahasiswa yang lolos dalam seleksi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Internal Universitas Jember Tahun 2026, sebuah capaian yang mencerminkan semangat inovasi, kreativitas, serta kemampuan akademik mahasiswa dalam merancang gagasan solutif yang relevan dengan berbagai permasalahan di bidang pendidikan dan sosial. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa PGSD tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga mampu menghadirkan ide-ide aplikatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran dosen pembimbing yang secara aktif memberikan arahan, pendampingan, serta penguatan substansi keilmuan sehingga setiap tim mampu menyusun proposal yang kompetitif dan berkualitas. Kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa dan dosen pembimbing menjadi kunci penting dalam menghasilkan karya yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki nilai kebermanfaatan yang tinggi, baik dalam konteks pendidikan dasar maupun isu sosial yang lebih luas.
Adapun delapan tim yang berhasil lolos terdiri atas berbagai skema PKM, di antaranya PKM-RSH, PKM-PM, PKM-GFT, dan PKM-VGK, dengan beragam topik menarik seperti penelitian mengenai fenomena “Fear of Missing Out (FoMO) sebagai Prediktor Ketergantungan Gadget pada Siswa Sekolah Dasar yang Dimediasi oleh Regulasi Emosi”, “Peningkatan Keterampilan Berbicara dan Kepercayaan Diri Siswa melalui Story Telling Berbantuan E-komik Berbasis Potensi Lokal”, hingga “Pengembangan SAFE HOME KIT sebagai Model Intervensi Preventif dalam Pencegahan Child Grooming Berbasis Roleplay bagi Anak Panti Asuhan”. Selain itu, terdapat pula inovasi berupa platform ReKa sebagai Repositori Terbuka dalam Ekosistem Pendidikan, Pembiasaan Basic Life Skill Berbasis Aplikasi Daily Checklist, serta Edu-Story Cloud sebagai Platform Kolaboratif Berbasis Cloud untuk Penguatan Literasi Naratif dan Budaya Lokal di Era Digital.
Tidak hanya berhenti pada aspek inovasi, beberapa tim juga mengangkat isu strategis seperti Pengembangan Numeracy Rescue sebagai Sistem Pemulihan Fondasi Numerasi Berbasis Asesmen Diagnostik dan Intervensi Kontekstual, serta kajian tentang Digital Citizenship dan Self-regulation sebagai Faktor Protektif terhadap Risiko Seksisme Digital pada Siswa Sekolah Menengah Pertama, yang menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap tantangan pendidikan di era modern. Melalui capaian ini, diharapkan mahasiswa PGSD Universitas Jember terus mengembangkan potensi diri, memperluas kontribusi nyata, serta mampu melangkah ke kompetisi yang lebih tinggi hingga tingkat nasional dengan membawa semangat inovasi yang berkelanjutan.