JEMBER – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember secara resmi akan memberangkatkan sejumlah mahasiswanya untuk mengikuti program magang internasional di Brunei Darussalam yang dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 3 hingga 27 September mendatang. Program mobilitas pendidikan ini menggandeng institusi mitra bergengsi, yakni Sultan Hassanal Bolkiah Institute of Education (SHBIE) di Universiti Brunei Darussalam (UBD), serta menempatkan mahasiswa untuk mengajar secara langsung di Sekolah Rendah (SR) Rimba II dan Sekolah Menengah (SM) Rimba II. Kegiatan yang dirancang khusus untuk mendukung visi internasionalisasi Universitas Jember ini dilaksanakan setelah melalui serangkaian tahapan persiapan dan seleksi ketat yang telah dimulai sejak bulan April lalu, demi memastikan lahirnya calon-calon tenaga pendidik profesional yang memiliki daya saing unggul di kancah global.

Latar belakang utama dari pelaksanaan program magang internasional ini adalah wujud nyata dari komitmen kuat institusi, khususnya jajaran pimpinan dan dosen di lingkungan FKIP, untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Fakultas menyadari betul bahwa di era modernisasi saat ini, mencetak pendidik yang hanya memiliki kapasitas mengajar di lingkup lokal belumlah cukup untuk menjawab tantangan zaman. "Tujuan akademis yang ingin kami capai sebenarnya sangat komprehensif, kami FKIP ingin mahasiswa tidak hanya matang secara kompetensi pedagogik atau cara mengajarnya saja, tetapi juga terasah kemampuan komunikasi bahasa Inggrisnya serta memiliki keterampilan adaptasi yang kuat di lingkungan multikultural", jelas perwakilan fakultas. Melalui penerjunan ke ranah global, program di Brunei Darussalam ini diproyeksikan sebagai instrumen strategis FKIP dalam mendukung penuh akselerasi internasionalisasi Universitas Jember.

Pemilihan Brunei Darussalam sebagai negara tujuan program tidak diambil secara acak, melainkan berlandaskan pada pertimbangan strategis yang sangat matang, baik dari sisi kualitas akademik maupun kedekatan sosiokultural. "Pertama, kalau kita melihat dari sisi akademis, Brunei ini memiliki sistem pendidikan yang relatif sangat maju di kawasan Asia Tenggara", terangnya terkait penunjukan negara mitra. Hal tersebut dinilai sebagai kesempatan emas yang sangat berharga bagi para delegasi mahasiswa untuk dapat mempelajari, mengeksplorasi, dan mengadopsi berbagai praktik baik (best practices) dari sistem tata kelola pendidikan yang diterapkan di negara tersebut.

Lebih lanjut, pertimbangan dari sisi sosiokultural juga memegang peranan krusial bagi keberhasilan mahasiswa selama menjalani masa magang. "Budaya Melayu di Brunei itu sangat kuat, hal ini memberikan pengalaman lintas budaya yang sangat bermakna bagi mahasiswa, namun di sisi lain proses adaptasinya tidak akan terlalu sulit karena kita masih berada dalam akar budaya yang serumpun", urainya. Kesamaan fondasi budaya Nusantara ini diyakini mampu meminimalisasi potensi hambatan akibat gegar budaya (culture shock) yang kerap dialami mahasiswa ketika berada di luar negeri. "Jadi, mereka bisa belajar dengan optimal dalam lingkungan internasional yang tetap terasa familier," tambahnya mempertegas argumentasi tersebut.

Guna mewujudkan program yang berkelanjutan, FKIP Universitas Jember menjalin ikatan kerja sama yang terstruktur dan langsung dengan salah satu pilar pendidikan terbaik di sana, yaitu Fakultas SHBIE Universiti Brunei Darussalam. Sistem pelaksanaannya pun dikonsep dengan sangat aplikatif, di mana kegiatan mahasiswa tidak hanya akan berkutat di dalam ruang perkuliahan universitas mitra, melainkan berfokus pada praktik lapangan. Mahasiswa akan diterjunkan untuk merasakan dinamika kelas sesungguhnya di Sekolah Rendah (SR) Rimba II dan Sekolah Menengah (SM) Rimba II.

 

 

Demi menjaga kualitas pendelegasian, pihak fakultas menetapkan kriteria seleksi mahasiswa yang tidak main-main. Sasaran utama dari program ini adalah seluruh mahasiswa aktif di FKIP Universitas Jember yang terbukti mampu memenuhi kualifikasi akademik khusus. Terdapat satu syarat mutlak yang tidak dapat ditawar, yakni kewajiban bagi calon peserta untuk telah menyelesaikan mata kuliah pembelajaran mikro atau microteaching. "Kenapa ini menjadi kriteria penting? Karena mata kuliah tersebut adalah modal awal mereka", tegas pihak penyelenggara. Kualifikasi ini diberlakukan karena microteaching merupakan fondasi dasar yang membekali mahasiswa dengan manajemen kelas, teknik mengajar, dan metodologi penyampaian materi, sebelum mereka benar-benar berhadapan dengan siswa di level Internasional.

Menariknya, program magang ini diinisiasi dengan sistem pertukaran yang bersifat timbal balik atau reciprocal. Rangkaian panjang pelaksanaannya telah dihelat sejak bulan April melalui fase registrasi, ujian microteaching berbasis bahasa Inggris, dan bermuara pada tahapan wawancara. Sebagai bentuk implementasi sistem timbal balik tersebut, delegasi mahasiswa asal Brunei telah terlebih dahulu mendarat dan melaksanakan kegiatan akademik di kampus Universitas Jember sejak tanggal 12 Juli lalu, yang akan berakhir pada penghujung bulan ini. Setelah seluruh agenda kunjungan dari pihak Brunei rampung diselenggarakan, barulah delegasi FKIP Universitas Jember akan ke Brunei Darussalam pada awal September mendatang.

Menjelang hari keberangkatan, para mahasiswa dan pihak kampus tengah merampungkan berbagai persiapan secara komprehensif dan intensif. Dari kacamata administrasi kenegaraan, seluruh peserta sedang dipandu untuk menuntaskan pemberkasan dokumen krusial seperti pengajuan visa dan penerbitan paspor. Sementara itu, dari aspek akademis, mereka tengah disibukkan dengan proses perumusan lesson plan atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan diimplementasikan selama proses mengajar di Brunei. Tidak melepaskan tanggung jawab begitu saja, pihak dekanat FKIP juga memfasilitasi pembekalan khusus sebelum hari keberangkatan tiba. Pembekalan tersebut mencakup pengarahan teknis operasional, penempaan kesiapan mental, hingga penguatan materi adaptasi multikultural. Dengan segala rancangan yang telah disusun sedemikian rupa, pihak Universitas Jember berharap program ini dapat berjalan gemilang, mencetak luaran lulusan yang bermutu tinggi, dan membawa nama harum almamater di kancah pendidikan Asia Tenggara.

 

(nfl/nmm)