Jember — Tiga mahasiswa Universitas Jember, yakni Dalilah Jihan Nuraini, Hijjatul Kurnia (Pendidikan Fisika, 2023 dan 2025) serta Tazkia Firdausy Nuzula (PGSD, 2025), berhasil melaju hingga babak final dan meraih prestasi dalam ajang Festival Esai Mahasiswa Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh Inteleksa bekerja sama dengan BEM Fakultas Hukum Universitas Wisnuwardhana Malang, pada 9 Mei 2026 di Universitas Wisnuwardhana, Malang, Jawa Timur. Mereka tampil membawa esai inovatif bertajuk "EcoBridge: Transisi Pengelolaan Sampah Plastik Residu Melalui Pirolisis Terintegrasi Aplikasi Digital sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Jangka Menengah", sebuah gagasan yang lahir dari kegelisahan atas krisis sampah plastik yang tak kunjung terselesaikan di Indonesia.

Ide tersebut berangkat dari fakta yang mengkhawatirkan, Indonesia menghasilkan sekitar 6,8 juta ton sampah plastik per tahun, dan lebih dari 60 persen di antaranya tidak didaur ulang. Sistem pengelolaan sampah yang masih bertumpu pada pola “kumpul-angkut-buang” dinilai tidak mampu menjawab persoalan yang terus membesar dari tahun ke tahun. Melalui konsep EcoBridge, tim mengusulkan solusi transisional berupa teknologi pirolisis yang terintegrasi dengan aplikasi digital, guna menciptakan sistem pengelolaan sampah plastik yang lebih efektif dan terukur.

Proses penyusunan esai dimulai dari tahap pengumpulan karya pada 15 Januari hingga 3 Februari, sebelum akhirnya dinyatakan lolos ke babak final pada 14 Februari. Tanpa didampingi dosen pembimbing, tim menyusun esai secara mandiri dalam waktu kurang lebih tiga minggu dengan diskusi yang dilakukan setiap hari meskipun tidak selalu dapat bertemu secara langsung. Komunikasi yang solid antar sesama anggota menjadi kunci kelancaran proses tersebut, sekaligus menjadi momen paling berkesan yang dikenang oleh tim hingga hari ini.

Tantangan terbesar yang dihadapi tim terletak pada pengembangan sistem dan alat aplikasi yang menjadi inti inovasi mereka. Meski belum sepenuhnya sempurna, tim menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan alat dan aplikasi EcoBridge agar suatu saat siap direalisasikan secara nyata di Indonesia.

Kepada seluruh mahasiswa yang belum berani untuk mengikuti lomba serupa, Jihan menyampaikan pesan yang tegas namun memotivasi yakni, "Tidak usah berpaku pada kata 'aku tidak bisa', karena sejatinya semua manusia tidak bisa kalau tidak belajar." Tim juga menitipkan harapan kepada kampus agar kedepannya memberikan dukungan finansial yang nyata dan menyederhanakan prosedur administrasi, sehingga mahasiswa berprestasi tidak terbebani, justru di momen yang seharusnya menjadi kebanggaan bersama.

(nfl/nmm)