JEMBER – Mahasiswa FKIP Universitas Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tim GAUSS JORDAN, yang terdiri dari Miftakhun Nikmah Royani, Kiki Dinda Octari, dan Zilfiyatul Makida dari Program Studi Pendidikan Fisika, berhasil meraih Juara III dalam ajang Pekan Raya Karya Tulis Ilmiah Nasional ASE 2026. Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan dosen pendamping, Drs. Bambang Supriadi, S.Pd., M.Sc.
Karya yang mereka usung berjudul “Integrasi Metode Gauss-Jordan sebagai Kerangka Representasi Matematis dalam Pembelajaran Dinamika Rotasi untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi.” Inovasi ini menghadirkan pendekatan baru dalam menyelesaikan persoalan katrol pada materi dinamika rotasi. “Biasanya soal katrol diselesaikan dengan metode substitusi-eliminasi. Kami mencoba pendekatan berbeda dengan eliminasi Gauss-Jordan, yang mengintegrasikan konsep matriks dalam matematika ke dalam fisika,” jelas tim.
Persiapan dilakukan selama kurang lebih satu bulan, mulai dari pengumpulan data, pengelolaan hasil, penyusunan abstrak, penulisan fullpaper, hingga pembuatan presentasi. Seleksi abstrak dan fullpaper dilaksanakan secara online, sementara presentasi final dilakukan secara offline di Gedung Soerahman, Universitas Jember. “Pengalaman ini sangat berkesan karena merupakan presentasi finalis KTI pertama bagi kami. Deg-degan pasti ada, apalagi harus tampil bersama tim dari universitas besar seperti ITB dan UB. Namun kami percaya dengan penelitian kami, bimbingan dosen, dan doa orang-orang terdekat,” ungkap Miftakhun.
Pemilihan topik dinamika rotasi dengan pendekatan Gauss-Jordan didasari kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. “Siswa sering hanya menghafal rumus tanpa memahami makna di balik persamaan. Dengan metode ini, mereka bisa lebih memahami alasan penggunaan persamaan, bukan sekadar menuliskannya,” tambah tim.
Kerja sama menjadi kunci keberhasilan. “Kami tidak membagi tugas secara kaku, semua dikerjakan bersama-sama. Mulai dari abstrak hingga PPT, kami kerjakan saat bimbingan dengan dosen agar semua anggota memahami isi penelitian,” jelas mereka.
Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FKIP Unej mampu menghadirkan inovasi integratif antara matematika dan fisika, sekaligus mengangkat nama Universitas Jember di tingkat nasional.