JEMBER – Tim mahasiswa lintas program studi Universitas Jember berhasil lolos seleksi internal Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) dengan karya yang mengangkat isu literasi emosional dan pencegahan perundungan. Tim ini diketuai oleh Naufal Maulana Meidiyanto (PBSI 25/FKIP), bersama anggota Widya Sinshalata (PBSI 24/FKIP) dan Fabyan Yastika Permana (Sistem Informasi 24/FASILKOM).
Karya mereka berjudul JATRA HERO: Optimalisasi IFP Berbasis Sastra Anak Nusantara untuk Kecerdasan Emosional dan Pencegahan Perundungan Siswa SMP 3T. Naufal menjelaskan bahwa tim mempersiapkan diri selama kurang lebih satu bulan. “Proses seleksi internal dilaksanakan secara online melalui Universitas Jember,” ujarnya.
Topik ini dipilih karena relevan dengan kondisi remaja saat ini. “Tingkat potensi dan masalah perundungan remaja yang tak kunjung reda menjadi alasan kami mengangkat judul ini. Kami ingin menghadirkan solusi berbasis sastra anak Nusantara yang dekat dengan kehidupan siswa,” jelas Naufal.
Keberhasilan tim lolos seleksi internal tidak lepas dari kerja sama yang solid. “Saling berkomunikasi adalah kunci, serta saling berkontribusi antar anggota tim. Dengan begitu, setiap anggota bisa melengkapi satu sama lain,” tambahnya.
Inovasi JATRA HERO diharapkan mampu menjadi kontribusi nyata mahasiswa FKIP Unej dalam membangun kesadaran emosional siswa sekaligus mencegah praktik perundungan di sekolah, khususnya di wilayah 3T.