JEMBER – Mahasiswa PBSI FKIP Universitas Jember menampilkan drama kontemporer berjudul “Kartini Berdarah” pada 25 Juni 2026 di Gedung PKM Unej. Pementasan ini diarahkan oleh sutradara Rifky Prasena dengan tujuan menyampaikan pesan tentang dampak bullying dan tekanan keluarga terhadap kondisi psikologis remaja, sekaligus mengangkat kembali nilai perjuangan Kartini agar tetap relevan bagi generasi muda.

Drama ini melibatkan sekitar 23 orang, terdiri dari 15 pemeran di atas panggung yang memerankan tokoh-tokoh seperti Kartika, Kartini, Bu Sartika, Friska, dan lainnya. Di balik layar, terdapat sutradara, stage manager, tim properti, tata lampu, musik, kostum, serta rias. Dukungan juga datang dari dosen dan kakak pendamping yang memberikan masukan sejak persiapan hingga hari pementasan.

Persiapan dimulai sejak pertengahan April 2026, melalui tahapan pengajuan naskah, penyusunan dan pembedahan naskah, casting pemain, latihan dialog, hingga gladi resik. Rifky menjelaskan bahwa tema ini dipilih karena relevan dengan kehidupan remaja masa kini. “Bullying, tekanan orang tua, dan krisis identitas adalah isu nyata. Pesan moral yang ingin kami sampaikan adalah bahwa pemulihan dari luka batin tidak datang dari balas dendam, melainkan dari keberanian melawan obsesi atau ego. Kami juga berharap masyarakat lebih peduli terhadap kasus bullying dan tekanan keluarga karena dampaknya sangat besar bagi korban,” ungkapnya.

Dalam proses pengarahan, Rifky membedah karakter setiap tokoh bersama pemain agar mereka memahami motivasi dan emosi tokoh yang dimainkan. Latihan dilakukan secara bertahap, mulai dari reading, blocking, hingga gladi kotor dan gladi resik. Untuk tim produksi, koordinasi rutin dilakukan agar properti, lampu, dan musik selaras dengan mood tiap adegan, terutama transisi antar adegan.

Drama Kartini Berdarah menjadi karya yang menggugah kesadaran sosial, menghadirkan refleksi tentang pentingnya empati, keberanian, dan kepedulian terhadap kondisi psikologis remaja.