JEMBER – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember Angkatan 2024 akan mempersembahkan sendratari berjudul “Titising Ratih Blambangan” pada 24 Juni 2026 di Universitas Jember. Pertunjukan ini menjadi bagian dari apresiasi drama yang menonjolkan kekuatan seni tradisi sekaligus refleksi budaya.
Sendratari ini mengisahkan perjalanan seorang anak bernama Semi, yang bersama Marsan, gandrung laki-laki Banyuwangi, meniti jalan menuju takdir menjaga denyut budaya di tengah kerasnya masa penjajahan. Dengan tagline “Jika sebuah tradisi harus bertahan, siapa yang akan melanjutkannya?”, pertunjukan ini menekankan bahwa budaya bukan sekadar dikenang, melainkan harus diteruskan.
Pertunjukan ini digarap oleh tim produksi mahasiswa PBSI FKIP Unej Angkatan 2024. Indra Maulana Yusuf bertindak sebagai sutradara, dengan dukungan penulis naskah Alvia Amanda Putri dan Adinda Zahra Tifani. Koreografi ditata oleh Yoga Ardanu dan Aulia Pooja Sevarani, sementara tata musik, panggung, busana, dan lampu digarap secara kolaboratif oleh mahasiswa, menjadikan sendratari ini sebagai karya bersama yang sarat kreativitas.
Panitia berharap Titising Ratih Blambangan dapat menjadi ruang apresiasi seni yang menghidupkan kembali semangat budaya Banyuwangi. “Pertunjukan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga pengingat bahwa tradisi harus dijaga dan diwariskan,” demikian pesan yang tertulis dalam pamflet resmi acara.
Pertunjukan ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi momentum bagi civitas akademika serta masyarakat untuk menyaksikan keindahan seni budaya. “Nantikan penampilannya, karena budaya adalah warisan yang harus terus hidup,” tulis panitia.
(wid/wdy)