Kurikulum di pendidikan tinggi saat ini menuntut Mahasiswa agar memberikan dampak nyata penerapan ilmu pengetahuan bagi masyarakat di sekitar.. Untuk itu mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jember yang sudah menempuh mata kuliah STEM (Science ,Technology, Engineering, Mathematic) melaksanakan percobaan pembuatan Eco-Bioreactor sederhana sebagai wadah penampung dan pengolah sampah organik dari lingkungan sekitar sebagai alternatif dari permasalahan pengelolaan sampah yang semakin overload setiap harinya.


Gambar 1 . Alat dan Bahan Eco-Bioreactor

 

Eco-Bioreactor yang didesain mahasiswa merupakan wadah sederhana yang terdiri dari berbagai lapisan bahan kaya unsur karbon seperti arang, daun kering, ranting kering, serbuk gergaji dan jerami yang biasanya dibakar oleh petani, serta bahan kaya nitrogen yang diperoleh dari sampah segar rumah tangga seperti batang sayur, kulit buah, sisa nasi dan lauk. Larutan EM4 (Efektif Mikroorganisme) ditambahkan pada lapisan sampah basah sebagai aktivator alami yang mempercepat proses pengomposan. Lapisan tersebut disusun dengan kombinasi yang berbeda untuk mendapatkan formula manakah yang paling efektif menghasilkan kompos untuk menyuburkan tanaman nantinya.

Setelah kurang lebih 1 bulan, kompos hasil dari Eco-Bioreactor tersebut dipanen dan langsung digunakan sebagai media tanam. Dalam percobaan ini mahasiswa menggunakan tanaman singkong untuk diamati pertumbuhannya meliputi jumlah akar, jumlah daun serta panjang masing masing. berdasarkan hasil pengamatan selama kurang lebih 1,5 bulan diketahui bahwa formula Eco-Bioreactor yang terdiri dari lapisan daun kering dan arang terbukti paling efektif dalam mendukung pertumbuhan tanaman singkong.

 

Berbekal dari hasil percobaan tersebut, pada tanggal 5 Agustus 2026 kelompok mahasiswa yang terdiri dari Maulana Arsyadani B, Rina Stiyowati, Haliza Inayah A serta Intan Qaridha R melaksanakan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Qur'an Darul Istiqomah Al Haya dengan mensosialisasikan hasil percobaan kepada para santri dan pengelola pondok. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan teknik pengolahan sampah organik skala rumah tangga sekaligus sebagai solusi dalam pengelolaan sampah di lingkungan pesantren yang selama ini hanya ditumpuk di lubang galian untuk selanjutnya dibakar. Hal ini menjadi contoh nyata bagaimana menerapkan pengetahuan akademik dalam menjawab permasalahan maupun kebutuhan yang ada di masyarakat.

Gambar 2 . Sosialisasi di PP Qur’an Darul Istiqomah Al Haya

Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa menyampaikan hasil percobaan yang telah dilakukan sekaligus peluang penerapannya di lingkungan pesantren. “Tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah untuk berbagi pengetahuan bahwa sampah organik yang berasal dari aktivitas rumah tangga sehari-hari dapat diolah secara mandiri menjadi pupuk yang akan menyuburkan tanaman. Manfaatnya adalah mengurangi penggunaan pupuk kimia yang dapat menimbulkan degradasi lahan sekaligus dapat mereduksi overload sampah yang ada di sekitar ,” ujar Rina, salah satu mahasiswa Magister Pendidikan Biologi. 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap Eco-Bioreactor dapat menjadi alternatif pengelolaan sampah yang dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi pondok pesantren. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran lingkungan serta mendorong keterlibatan santri dalam praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Kolaborasi antara mahasiswa dan pondok pesantren diharapkan dapat membuka peluang pengembangan inovasi lingkungan yang sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan.