Jember, 17 April 2025 – Nuansa khidmat dan kebanggaan memenuhi Gedung Auditorium Universitas Jember pada Kamis pagi ini saat salah satu dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prof. Dr. Sukatman, M.Pd., secara resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang keilmuannya. Acara yang berlangsung megah ini dihadiri oleh jajaran Dewan Senat, Rektor dan para Wakil Rektor, para Dekan, serta tamu undangan dari berbagai unsur akademik dan masyarakat, termasuk Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, yaitu Bapak Abdullah Azwar Anas.
Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul Himne dan Mars Universitas Jember. Tepat pukul 08.20 WIB, Wakil Rektor bidang Akademik membacakan riwayat hidup para profesor yang dikukuhkan, memberi gambaran singkat tentang perjalanan intelektual dan kontribusi mereka di dunia akademik.
Sebelum prosesi pengukuhan, Rektor Universitas Jember menyampaikan pidato yang menekankan betapa strategisnya peran seorang profesor dalam memajukan riset, memperkuat kualitas akademik, serta turut membangun fondasi keilmuan bangsa. Dalam pidatonya, Rektor menyebutkan bahwa hingga saat ini Universitas Jember telah memiliki 93 orang Guru Besar, dengan lima fakultas penyumbang terbanyak, yaitu FKIP (8), FEB (6), Fakultas Pertanian dan FMIPA (masing-masing 5), serta FTP (4).
“Predikat guru besar bukan sekadar pencapaian administratif,” ujar Rektor, “melainkan buah dari idealisme dan dedikasi yang tak pernah padam. Seorang profesor tidak hanya menjadi pemimpin dalam bidang keilmuannya, tetapi juga menjadi teladan dalam berpikir kritis, jujur, dan etis.”
Pukul 08.50 WIB, prosesi pengukuhan pun dilangsungkan secara resmi. Masing-masing profesor menerima simbol penghargaan berupa gordon yang dikalungkan langsung oleh Ketua Senat Universitas Jember, sebagai simbol pengakuan atas prestasi dan tanggung jawab keilmuan mereka. Tepat pukul 08.53, rangkaian orasi ilmiah dimulai. Prof. Dr. Sukatman, M.Pd. menjadi orator keenam yang tampil membawakan orasi berjudul: “Tradisi Lisan Nusantara dan Kontribusinya bagi Ketahanan Nasional dan Pendidikan Era Persaingan Antarbangsa”.
Dalam pidatonya, Prof. Sukatman menekankan pentingnya tradisi lisan sebagai fondasi identitas bangsa. “Kita sebagai bangsa harus memahami siapa kita sebenarnya,” tegasnya. Berdasarkan hasil penelitiannya, ia menunjukkan bahwa kekayaan tradisi lisan Nusantara tidak hanya bernilai historis dan estetis, tetapi juga menyimpan potensi strategis dalam memperkuat ketahanan nasional serta memperkaya sistem pendidikan di tengah persaingan global yang semakin intens.
Acara ditutup secara resmi pada pukul 11.00 WIB oleh Ketua Senat Universitas Jember. Rangkaian pengukuhan ini bukan hanya menjadi momen sakral bagi para profesor yang dikukuhkan, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan Universitas Jember sebagai institusi pencetak generasi unggul dan penjaga warisan intelektual bangsa. (Yoga)