JEMBER – Gedung H FKIP Universitas Jember lantai 3 menjadi pusat kegiatan budaya dengan terselenggaranya Seminar dan Pelatihan Kejhung Papareghan. Acara ini diprakarsai oleh Program Jhejhung yang dipimpin oleh Ibu Fitri Nura Murti, S.Pd., M.Pd., dosen PBSI sekaligus Ketua Program Jhejhung. Hadir pula narasumber Cak Lib dan Pak Eko, serta moderator dari Srawung Sastra, Mas Gunawan. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa PBSI, maestro Kejhung dari Ludruk Setia Kawan, serta peserta dari UKM Kesenian dan ekskul kesenian SMP dan SMA di Jember.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah melestarikan budaya Kejhung Papareghan yang kini semakin jarang ditemui dan hampir tidak memiliki penerus. “Digitalisasi sastra lisan ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan budaya asli Jember agar tetap hidup dan dikenal generasi muda,” ungkap panitia.

Persiapan acara berlangsung selama kurang lebih dua minggu, dengan strategi yang matang. Panitia melakukan rapat rutin, mengecek kebutuhan teknis, mengundang UKM kesenian, sekolah-sekolah dengan ekskul seni, serta tokoh penting dari RRI, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pendidikan, hingga DPRD Jember.

Suasana seminar berlangsung aktif dan interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga ikut terjun langsung dalam pelatihan Kejhung bersama maestro. Pada sesi eksplorasi, peserta bahkan melakukan eksperimen musik Kejhung Papareghan dengan mengambil sampel langsung dari maestro, sehingga pengalaman belajar terasa nyata dan berkesan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa FKIP Unej melalui UKM dan program budaya mampu menghadirkan ruang pelestarian tradisi sekaligus memperkenalkan sastra lisan Kejhung Papareghan kepada generasi muda dengan pendekatan digital.