JEMBER – Mahasiswa FKIP Universitas Jember kembali menorehkan prestasi gemilang. Tim TAM, yang terdiri dari Anggita Ragil Kusuma (Pendidikan Fisika) sebagai ketua tim, serta Edwin Iqbal Santoso (Teknologi Informasi) dan Kinanthi Asta Maharani (Pendidikan IPA) sebagai anggota, berhasil meraih Juara Pertama dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Geosfair X 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia (IMAHAGI) Komisariat Universitas Negeri Medan.

Karya yang mereka usung berjudul V-ART (Visual Artificial Intelligence Geo-Media), sebuah inovasi media pembelajaran geo-visual berbasis AI. Media ini dirancang untuk memvisualisasikan konsep geografi yang abstrak menjadi bentuk visual interaktif sehingga lebih mudah dipahami. “Manfaat utama V-ART adalah meningkatkan literasi spasial bagi siswa tunarungu. Dengan pendekatan visual, hambatan komunikasi dapat dijembatani sehingga siswa tunarungu memiliki kesempatan yang sama untuk memahami konsep ruang,” jelas tim.

Proses persiapan dimulai sejak awal tahun 2026, dengan pengerjaan intensif pada bulan Mei. Tim melakukan riset literasi spasial, mengembangkan model AI untuk visualisasi, hingga tahap pengujian sistem. Setelah lolos seleksi karya tulis, mereka melaju ke babak final nasional di Universitas Negeri Medan. Meski sempat terkendala dana dan administrasi keberangkatan, berkat dukungan dekanat dan dosen pembimbing Lailatul Nuraini, S.Pd., M.Pd., CIQrN, MCE, tim akhirnya dapat berangkat ke Medan dan tampil maksimal.

Pemilihan topik V-ART didasari kepedulian terhadap keterbatasan akses pembelajaran geospasial bagi siswa tunarungu. “Kami percaya teknologi bukan hanya untuk orang normal, tetapi juga bisa membantu mereka yang membutuhkan. Dengan V-ART, kami ingin mendukung pendidikan inklusif menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap salah satu anggota tim.

Kerja sama tim menjadi kunci keberhasilan. Tugas dibagi sesuai kemampuan, mulai dari pencarian data, penyusunan konsep, desain media, hingga persiapan presentasi. Komunikasi intensif, diskusi rutin, serta koordinasi dengan dosen pembimbing bahkan hingga malam hari membuat tim semakin solid. “Kerja sama yang baik, persiapan matang, dan rasa percaya diri saat presentasi adalah faktor penting yang membawa kami meraih juara pertama,” tegas Anggita Ragil Kusuma.

Prestasi TIM TAM membuktikan bahwa mahasiswa FKIP Unej mampu menghadirkan inovasi berbasis teknologi untuk mendukung pendidikan inklusif, sekaligus mengharumkan nama Universitas Jember di tingkat nasional.