JEMBER – Guna mengasah kompetensi pedagogik dan memberikan kontribusi nyata di dunia pendidikan, sebanyak dua belas mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember sukses melaksanakan program Asisten Mengajar di SMP Negeri 14 Jember mulai tanggal 11 Februari hingga 18 Juni 2026. Kegiatan akademik ini dipimpin oleh Fitra Pradana Putra bersama sebelas anggota tim lintas program studi dengan cara terjun langsung ke lapangan untuk berkolaborasi dengan pihak sekolah dalam memfasilitasi proses kegiatan belajar mengajar serta penyusunan perangkat pembelajaran.

 

Tim Asisten Mengajar ini merupakan gabungan dari dua disiplin keilmuan, yakni Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Di bawah komando Fitra Pradana Putra, anggota tim matematika terdiri dari Isna Nabila, Nazala N. S., Isnaini M. D., Vivi Andria, dan Yupitas Desica S. Sementara itu, perwakilan mahasiswa dari PBSI diperkuat oleh Fitria Janubatul Magfiro, Dina Malahayati, Awalia Mamluatun Nafisyah, Farrah Aulia Zahra I. P., Nadia Hardiyanti, dan Melia Andriani. Selama empat bulan bertugas, mereka tidak hanya mengelola kelas, tetapi juga membantu guru dalam merumuskan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), merancang media edukatif, hingga mengeksekusi penilaian tugas siswa.

 

Dinamika menghadapi siswa usia remaja tentu menjadi pengalaman lapangan yang tak terlupakan bagi para calon guru ini. Salah satu fokus pengajaran yang dikelola oleh tim adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas 8C. "Momen yang paling berkesan bagi saya adalah ketika siswa yang sebelumnya mengalami kesulitan memahami materi, akhirnya dapat memahami penjelasan yang saya sampaikan setelah menggunakan pendekatan yang berbeda", tutur salah satu perwakilan mahasiswa PBSI dalam tim tersebut. Untuk memfasilitasi hal tersebut, tim menggunakan metode pembelajaran kooperatif yang membagi siswa ke dalam kelompok kecil guna memacu interaksi sosial secara lebih antusias.

 

Tentu saja, praktik mengajar di lapangan menghadirkan tantangan tersendiri yang menguji kesigapan mental dan kreativitas mahasiswa. "Tantangan utama yang saya hadapi adalah keberagaman karakter dan gaya belajar siswa dalam satu kelas", jelas perwakilan tim saat ditanya mengenai hambatan terbesar di kelas. Tingkat motivasi belajar yang fluktuatif menuntut mahasiswa menciptakan suasana yang lebih partisipatif. Sebagai solusi taktis, para mahasiswa secara rutin mengajukan pertanyaan pemantik di awal sesi pembelajaran dan memberikan pertanyaan acak di tengah pelajaran agar fokus siswa tetap terjaga secara konsisten.

Pencapaian luar biasa para mahasiswa ini tidak terlepas dari bimbingan dan dukungan penuh berbagai pihak. Dosen Pembimbing Lapangan, yakni Prof. Dr. Akhmad Taufik, S.S., M.Pd. dan Reni Albertin Putri, S.Pd., M.Pd., secara rutin memberikan evaluasi konstruktif yang membangun. Selain itu, penerimaan yang suportif dari guru pamong dan rekan guru lainnya di SMP Negeri 14 Jember sangat membantu mahasiswa dalam beradaptasi. "Ke depannya, saya berharap dapat terus berkembang menjadi pendidik yang inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan siswa yang terus mengalami perubahan", pungkas perwakilan mahasiswa seraya berharap agar kolaborasi harmonis antara pihak kampus dan sekolah mitra dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.

 

(nfl/nmm)