Jember, 17 Mei 2026 — Tiga mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember berhasil mengharumkan nama institusi di panggung nasional melalui ajang Festival Esai Mahasiswa Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh Inteleksa bekerja sama dengan BEM Fakultas Hukum Universitas Wisnuwardhana Malang, pada tanggal 9 Mei 2026. Ketiganya adalah Elsa Fahira (Pendidikan Fisika, 2023) selaku ketua tim, bersama dua anggotanya, Claudya Shinta Bella (PGSD, 2025) dan Syafi'a Asy Syafaqoh P. S (Pendidikan Fisika, 2025).
Tim ini tampil dengan mengusung esai berjudul "WIRATANI: Ekosistem Kewirausahaan Komunitas Petani Lokal untuk Stabilitas Harga Pangan di Kabupaten Jember", sebuah gagasan yang lahir dari keprihatinan mendalam terhadap nasib para petani yang kerap terpojok sebagai price taker di hadapan para tengkulak saat musim panen tiba. Melalui esai tersebut, tim menyoroti paradoks data Nilai Tukar Petani (NTP) yang menunjukkan angka tinggi, namun tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan petani di lapangan. WIRATANI hadir sebagai konsep ekosistem kewirausahaan yang dirancang untuk menjadi solusi nyata atas persoalan tersebut.
Proses penyusunan esai ini tidak berlangsung singkat. Tim membutuhkan waktu kurang lebih tiga hingga empat bulan, dimulai dari sesi zoom meeting, pembagian tugas, hingga pertemuan langsung untuk mematangkan konsep dan substansi. Claudya Shinta Bella bertanggung jawab atas isi dan substansi esai, Syafi'a menangani pengembangan web dan aplikasi, sementara Elsa Fahira membantu penyusunan presentasi. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah perbedaan jadwal kuliah antara anggota tim yang berasal dari program studi dan angkatan berbeda, tantangan yang berhasil diatasi dengan konsistensi mengerjakan tugas di malam hari.
Momen paling berkesan hadir saat sesi presentasi di hadapan dewan juri. Tim mengaku dewan juri terkesan dengan penampilan mereka hingga hanya mengajukan dua pertanyaan dan keduanya dijawab dengan cepat serta tepat. Sebuah pencapaian yang menjadi bukti kematangan persiapan mereka.
Selama proses berlangsung, tim mendapat bimbingan dari Bu Nindya, dengan pendampingan di hari pelaksanaan diwakilkan oleh Pak Weldy. Dukungan penuh juga datang dari FKIP yang membiayai seluruh kebutuhan tim mulai dari pendaftaran, transportasi, field trip ke Bromo, hingga uang saku sebuah apresiasi yang disambut dengan rasa syukur mendalam oleh seluruh anggota tim.
Ke depannya, tim berencana mengembangkan esai ini lebih jauh ke ranah subtema pertanian dengan memperdalam inovasi dan substansinya. Kepada mahasiswa lain, mereka menitipkan pesan yang penuh semanga, "Jangan pernah takut memulai dan mencoba. Karena perubahan besar lahir dari langkah kecil kita di hari ini."
