Rasanya tidak mudah bagi seorang dosen untuk dapat menghasilkan karya fiksi panjang, seperti novel. Nyatanya, Bpk. Yoga Yolanda, salah satu dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember, telah berhasil melakukannya.

Di sela-sela kesibukan dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen dengan bidang keahlian Semantik ini telah merampungkan novel keduanya.

Bagi beliau, menulis adalah kebiasaan yang harus dijaga. “Dengan terbiasa menulis, seluruh bagian otak kita aktif bekerja secara bersamaan untuk memproses bahasa, memori, dan gerakan motorik. Apalagi menulis fiksi, yang notabene harus mengerahkan daya imajinasi,” ungkapnya kepada tim warta FKIP Unej.

Sebelumnya, beliau telah menerbitkan novel berjudul “Sehelai Semanggi 4 Narasi” dengan ISBN 978-623-90530-7-9 pada 2019 melalui Penerbit Muara (Aksara Rentaka Siar). Tidak lama setelah terbitnya novel pertama itu, Dosen yang baru saja mendapatkan beasiswa Pendidikan Dotor untuk Dosen Indonesia (PDDI) ini sebenarnya sudah mulai menulis novel keduanya, hanya saja, karena tanggung jawab sebagai dosen yang lebih diprioritaskan, novel kedua ini tidak bisa segera dirampungkan.

Pada 2026, Novel kedua berjudul “Strategi Rampogan Sima” akhirnya selesai dan dapat terbit dengan ISBN 978-623-5880-70-9 melalui Penerbit Nanopedia.

“Butuh waktu sekitar 8 tahun sejak ide cerita dalam novel ini dibicarakan. Hampir setiap tahun, sebenarnya, naskah ini dibuka, diperbaiki, dan dilanjutkan, meski tidak signifikan. Takdirnya, mungkin, pada 2026-lah novel ini saya anggap selesai.”

Novel Strategi Rampogan Sima memiliki cerita yang berbeda sama sekali dengan novel pertamanya, novel ini mengangkat cerita tentang tokoh Bernama Rama akhirnya kembali ke Growong, setelah 30 tahun merantau. Kepulangannya bukan sekadar perjalanan menyeberangi Laut Jawa, tetapi juga menjadi perjalanan menuju masa lalu yang selama ini tersimpan dalam ingatannya. Di tempat itu, ia kembali berhadapan dengan kenangan masa kecil yang kelam dan sempat ia coba lupakan. Kepulangan tersebut sekaligus membawanya untuk melanjutkan kembali petualangan tentang Sima, kisah yang belum benar-benar selesai sejak masa kecilnya..

 

Memang, beliau telah menulis beberapa karya nonfiksi, yaitu Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa +62 (ISBN: 978-623-94206-1-1), Peribahasa Indonesia Bermetafora Air dan Penjelasannya dengan Teori Semantik Kognitif (ISBN 978-623-7795-59-9), Penulisan Artikel Ilmiah berbasis Proyek Bermuatan Wawasan Lingkungan (ISBN 978-623-6039-80-9), Metafora Konseptual: Memahami Bahasa dari Sudut Pandang Semantik Kognitif (ISBN 978-623-477-016-2), dan Sinonimi dalam Perspektif Linguistik Korpus (ISBN 978-623-5880-52-5), tetapi menulis karya fiksi adalah sebuah terapi bagi beliau dan tentu saja akan terus beliau lakukan.

 

Beberapa waktu terakhir, beliau sudah membagikan puluhan cetak kepada mahasiswa dan kolega sebagai hadiah. Yoga berharap novel Strategi Rampogan Sima bisa menjadi bahan bacaan yang menyenangkan bagi masyarakat.  

Ke depan, Yoga mengatakan bahwa masih akan terus menulis karya sastra sebagai sarananya untuk rehat sejenak dari rutinitasnya sebagai dosen. Semoga novel ketiga segera dapat menyusul.