JEMBER – Perjuangan panjang menempuh pendidikan doktoral akhirnya berbuah manis bagi Drs. Paul Johan Kawatu, M.Si. Dosen Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua, tersebut berhasil menyelesaikan Ujian Terbuka Disertasi Program Doktor Pendidikan IPA (S3), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember, pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Ujian terbuka yang berlangsung di Ruang Sidang FKIP Universitas Jember tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan akademik Paul Johan Kawatu. Di balik keberhasilannya meraih gelar doktor, tersimpan kisah perjuangan yang tidak mudah, terutama ketika di tengah perjalanan studi ia harus menghadapi kenyataan setelah didiagnosis mengalami gagal ginjal stadium 4.

Berjuang di Tengah Ujian Kehidupan

Perjalanan studi doktoral Paul Johan Kawatu tidak selalu berjalan mulus. Di tengah proses menyelesaikan pendidikan S3, ia mendapatkan ujian berat dalam kehidupannya ketika dinyatakan mengalami gagal ginjal stadium 4.

Kondisi tersebut sempat membuatnya berpikir untuk menghentikan perjalanan studi doktoralnya. Beban akademik yang harus diselesaikan bersamaan dengan kondisi kesehatan yang dihadapi membuatnya hampir menyerah.

Namun, dukungan dari keluarga dan para sahabat menjadi kekuatan tersendiri bagi Paul untuk kembali melanjutkan perjuangannya. Perlahan tetapi pasti, ia kembali menyelesaikan tahapan demi tahapan studi hingga akhirnya dapat berdiri dalam ujian terbuka disertasi.

Momen tersebut menjadi semakin istimewa karena dalam ujian terbuka itu, istri dan kedua anaknya turut hadir memberikan dukungan secara langsung.

Kehadiran keluarga menjadi simbol bahwa keberhasilan tersebut bukan hanya hasil perjuangan pribadi, tetapi juga buah dari dukungan orang-orang terdekat yang terus memberikan semangat ketika perjalanan terasa berat.

Kembangkan Pembelajaran Biologi Berbasis STEAM, PjBL, GPT-4o, dan Augmented Reality

Dalam ujian terbuka tersebut, Paul Johan Kawatu mempresentasikan disertasi berjudul:

“Development of an Integrative Biology Learning Design Based on STEAM-PjBL, GPT-4o, and Augmented Reality: Metacognition as a Mediator of Student Learning Outcomes.”

Penelitian tersebut mengembangkan desain pembelajaran Biologi integratif yang memadukan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), Project-Based Learning (PjBL), GPT-4o, serta Augmented Reality (AR).

Penelitian tersebut juga menempatkan metakognisi sebagai mediator terhadap hasil belajar mahasiswa, sehingga kajian tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga bagaimana peserta didik mampu mengembangkan kemampuan berpikir dan merefleksikan proses belajarnya.

Topik tersebut menjadi relevan dengan perkembangan pendidikan saat ini, ketika pemanfaatan kecerdasan buatan dan teknologi imersif semakin berkembang dalam dunia pendidikan.

Berterima Kasih kepada Pembimbing dan Universitas Cenderawasih

Dalam momentum tersebut, Paul Johan Kawatu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendampingi perjalanan studinya.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Prof. Dr. Jekti Prihatin, M.Si., selaku Pembimbing Utama. Bagi Paul, Prof. Jekti bukan hanya pembimbing dalam perjalanan studi doktoralnya, tetapi juga merupakan sahabat yang telah dikenalnya sejak menempuh pendidikan S2 di Universitas Gadjah Mada.

Hubungan yang telah terjalin sejak pendidikan sebelumnya menjadi salah satu bagian berharga dalam perjalanan akademik Paul hingga menyelesaikan studi doktoralnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada Universitas Cenderawasih yang telah memberikan dukungan selama dirinya menjalani pendidikan S3 di Universitas Jember.

Dukungan institusi tersebut menjadi bagian penting yang memungkinkan Paul tetap menjalankan tugasnya sebagai dosen sekaligus menyelesaikan pendidikan doktoralnya.

Dihadiri Tim Promotor dan Penguji

Ujian terbuka disertasi Paul Johan Kawatu menghadirkan sejumlah akademisi sebagai pembimbing dan penguji.

Tim pembimbing dan penguji dalam ujian tersebut terdiri atas:

  1. Prof. Dr. Jekti Prihatin, M.Si. – Pembimbing Utama
  2. Prof. Dr. Auldry F. Walukouw, M.Si. – Pembimbing Anggota, Universitas Cenderawasih
  3. Dr. Sulifah Aprilya H., S.Pd., M.Pd. – Pembimbing Anggota
  4. Dr. Mohamad Na'im, M.Pd. – Penguji Utama, yang dalam pelaksanaan ujian diwakili oleh Drs. Nuriman, Ph.D.
  5. Prof. Dr. Suratno, M.Si. – Penguji Anggota
  6. Dr. Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pd. – Penguji Anggota
  7. Dr. Imam Mudakir, M.Si. – Penguji Anggota
  8. Dr. Chokchai Yuenyong – Penguji Luar dari Khon Kaen University, Thailand

Dalam pelaksanaan ujian, Prof. Dr. Auldry F. Walukouw, M.Si. dan Dr. Chokchai Yuenyong mengikuti ujian secara daring melalui Zoom.

Kisah yang Menjadi Inspirasi

Keberhasilan Paul Johan Kawatu menyelesaikan pendidikan doktoral menjadi lebih dari sekadar pencapaian akademik. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa proses meraih pendidikan tinggi terkadang harus dilalui bersamaan dengan berbagai tantangan kehidupan.

Vonis gagal ginjal stadium 4 yang sempat membuatnya hampir menghentikan studi tidak menjadi akhir dari perjuangannya. Dukungan keluarga, sahabat, institusi, serta para pembimbing membuatnya kembali bangkit dan menyelesaikan pendidikan yang telah diperjuangkannya.

Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju keberhasilan tidak selalu berjalan lurus dan mudah. Ada masa ketika seseorang merasa lelah, ragu, bahkan ingin menyerah. Namun, dukungan orang-orang terdekat dan keberanian untuk kembali melangkah dapat menjadi kekuatan untuk melanjutkan perjuangan.

Ujian terbuka pada Jumat, 2 Oktober 2026, akhirnya menjadi titik penting yang menandai keberhasilan Paul Johan Kawatu menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Program Doktor Pendidikan IPA FKIP Universitas Jember.

Dari Jayapura hingga Jember, dari ruang-ruang akademik hingga perjuangan menghadapi kondisi kesehatan, perjalanan Paul Johan Kawatu memberikan pesan sederhana namun kuat: jangan terlalu cepat menyerah pada keadaan.

Sebab, terkadang keberhasilan hanya tinggal beberapa langkah lagi setelah seseorang melewati masa paling berat dalam perjuangannya.

Selamat kepada Drs. Paul Johan Kawatu, M.Si. atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan Doktor Pendidikan IPA di Universitas Jember. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan, khususnya di Universitas Cenderawasih dan Indonesia.