JEMBER – Mahasiswa PBSI FKIP Universitas Jember Kelas C Kelompok 2 mempersembahkan drama tradisional berjudul “Calon Arang” pada 25 Juni 2026 di Universitas Jember. Pementasan ini diarahkan oleh sutradara Ira dengan tujuan utama merevitalisasi cerita rakyat dan tradisi lokal ke dalam bentuk seni pertunjukan yang relevan bagi generasi muda. “Kami ingin menunjukkan bahwa drama berlatar budaya tradisi tidak kuno, melainkan memiliki estetika magis dan nilai filosofis tinggi yang patut diapresiasi di era modern,” jelasnya.
Persiapan pementasan dimulai sejak bulan Mei, melibatkan riset karakter, latihan fisik, serta pendalaman koreografi tubuh agar esensi mistis dan sakral dari kisah Calon Arang tersampaikan dengan kuat. Tim produksi juga melakukan koordinasi intensif antara divisi tata panggung, musik pengiring, dan pencahayaan untuk meleburkan elemen modern dan tradisional sehingga atmosfer magis benar-benar hidup di atas panggung.
Sutradara menjelaskan bahwa pemilihan naskah Calon Arang didasari ketertarikan untuk mengeksplorasi dualisme hidup, seperti konsep rwa bhineda (keseimbangan baik dan buruk) yang ada dalam budaya Bali dan Jawa. Nilai budaya yang ingin disampaikan adalah pentingnya menjaga harmoni di masyarakat. Selain itu, pementasan ini memberikan perspektif baru bahwa sisi “gelap” atau amarah Calon Arang sering kali lahir dari ketidakadilan dan diskriminasi sosial yang ia terima, sebuah pesan moral yang masih relevan dengan isu sosial saat ini.
Dengan perpaduan riset, latihan intensif, dan kerja sama tim, drama Calon Arang menjadi karya yang tidak hanya menghadirkan estetika tradisi, tetapi juga refleksi sosial yang menyentuh generasi muda.