JEMBER – Seorang delegasi mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember yakni Pingki Eka Saputri kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil menembus ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) pada kategori lomba keroncong baru-baru ini. Perlombaan bergengsi ini diselenggarakan di Universitas Jember untuk tangkai lomba keroncong bertempat di Auditorium Fakultas Kedokteran pada tanggal 8 September 2026. Keberhasilan menembus panggung nasional ini tidak diraih dengan mudah, melainkan wujud nyata dari dedikasi tinggi dalam upaya melestarikan seni budaya Nusantara di kalangan generasi muda. Pencapaian luar biasa tersebut berhasil diwujudkan melalui serangkaian proses seleksi kompetitif yang sangat ketat, mulai dari tingkat fakultas, universitas, hingga merambah ke tingkat daerah. Lebih lanjut, persiapan yang matang dan latihan intensif bersama tim pelatih profesional menjadi kunci utama kesuksesan perwakilan mahasiswa ini di kancah nasional bergengsi tersebut.
Berdiri di panggung nasional tentu memberikan kebanggaan emosional tersendiri bagi sang delegasi setelah melewati berbagai rintangan pelatihan yang cukup berat. Perasaan haru dan bahagia terpancar jelas saat ia menceritakan pencapaiannya menembus kompetisi kesenian paling bergengsi di tingkat mahasiswa se-Indonesia tersebut. "Jadi untuk perasaannya tentu saja sangat senang dan juga bangga karena sudah sampai di tahap ini", ungkap Kak Pingki Eka Saputri. Ia juga merasa sangat bersyukur karena pada ajang ini dirinya berkesempatan berharga untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan rekan-rekan mahasiswa hebat dari berbagai provinsi lainnya.
Perjalanan panjang menuju panggung PEKSIMINAS nyatanya membutuhkan pengorbanan waktu dan tenaga yang tidak sedikit dari setiap peserta yang berpartisipasi. Tahapan persiapan yang dilalui sangatlah berlapis karena harus mengikuti jenjang seleksi internal kampus hingga masa kompetisi di tingkat daerah. "Kalau persiapannya sendiri sebenarnya mulai dari tingkat universitas itu sudah mulai persiapan, kemudian setelah itu fakultas dulu, universitas, terus daerah, terus sekarang ini", urainya merincikan alur seleksi yang menantang. Oleh karena itu, rutinitas latihan yang harus dijalaninya menjadi sangat padat dan diakuinya cukup banyak menyita waktu istirahat di tengah kesibukan akademik sehari-hari.
Di balik keberhasilan sang mahasiswa dalam unjuk gigi, terdapat dukungan nyata dan komprehensif yang diberikan oleh pihak institusi pendidikan tempatnya bernaung. Fakultas maupun universitas secara proaktif memberikan dorongan moral sekaligus memfasilitasi berbagai kebutuhan teknis yang diperlukan peserta selama masa persiapan lomba. "Saat akan ke universitas juga ada dukungan dengan menyediakan latihan, bimbingan juga saat latihan, dan lain sebagainya", terangnya mengenai kelengkapan fasilitas dari pihak kampus. Sinergi yang kuat antara semangat juang mahasiswa dan dukungan optimal dari dosen serta pimpinan universitas ini terbukti efektif dalam mencetak delegasi seni yang berkualitas.
Menyongsong masa depan yang lebih baik, delegasi tersebut menitipkan harapan besar bagi keberlanjutan program pembinaan seni dan budaya pasca pelaksanaan acara PEKSIMINAS. Ia berharap pihak penyelenggara dapat merumuskan program tindak lanjut yang nyata bagi para pemenang agar potensi mereka tidak terhenti sebatas pada kompetisi ini saja. Kepada sesama mahasiswa yang tertarik pada pelestarian lomba keroncong, ia berpesan agar mereka tidak pernah ragu untuk mengeksplorasi bakat seninya demi kemajuan budaya bangsa. "Semangat, kemudian jangan takut untuk mencoba, dan juga semoga mahasiswa tetap melestarikan seni", pungkasnya memberikan motivasi inspiratif kepada generasi muda.
(nfl/nmm)