Jember – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember. Aulia Jihan Fadilah, mahasiswi semester 5 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Feature ajang Semistik (Semarak Kompetisi Jurnalistik) yang diselenggarakan oleh UKMPK Tegalboto Universitas Jember.
Lomba tersebut dilaksanakan 5 September 2026 di Ruang Theater Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember. Dalam babak final, Aulia bersama empat finalis lainnya berkompetisi untuk memperebutkan tiga posisi juara.
Aulia mengaku tidak menyangka dapat meraih posisi ketiga dalam kompetisi tersebut. Ia bahkan sempat memperkirakan dirinya tidak akan masuk dalam jajaran juara karena meyakini terdapat dua peserta lain yang memiliki karya sangat kuat.
“Pas ternyata dapat juara 3, pastinya bersyukur banget sama jalan yang sudah digariskan sama Tuhan,” ungkap Aulia.
Keikutsertaan Aulia dalam cabang lomba feature menjadi pengalaman baru baginya. Ketertarikannya terhadap dunia jurnalistik telah tumbuh sejak SMP. Namun, sebelumnya ia lebih sering berkecimpung dalam penulisan opini dan straight news.
Menurut Aulia, feature menarik untuk dicoba karena memiliki karakter yang berbeda. Dalam penulisan feature, narasumber menjadi salah satu bagian penting yang dapat menjadi pusat cerita. Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkannya untuk mengangkat kisah seseorang yang menjadi role model-nya di lingkungan PBSI menjadi sebuah cerita inspiratif.
Dalam perlombaan tersebut, Aulia mengangkat tulisan berjudul “Bekal yang Tak Selalu Diajarkan di Kelas”. Tulisan tersebut membahas kehidupan mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan di luar perkuliahan, seperti organisasi, magang, lomba, hingga kegiatan program studi.
Menurutnya, berbagai aktivitas tersebut tidak hanya menjadi kesibukan mahasiswa, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperoleh soft skill dan hard skill yang berguna sebagai bekal memasuki dunia kerja.
“Strateginya aku coba cari ide yang enggak neko-neko, alias dekat dengan kehidupanku sendiri,” jelasnya.
Dalam proses penyusunan karya, Aulia melakukan pencarian data melalui internet untuk menunjang tulisan yang dibuat. Ia juga memanfaatkan pengalaman sebelumnya di bidang kepenulisan, termasuk keterlibatannya dalam kegiatan Humas UNEJ dan Pers Mahasiswa Pijar. Pengalaman tersebut membuatnya cukup familiar dengan berbagai jenis tulisan jurnalistik.
Persiapan menuju babak final dilakukan secara intensif selama dua hari. Aulia membaca naskah feature secara berulang dan berlatih menjelaskan isi tulisannya menggunakan bahasa sendiri. Strategi tersebut dilakukan agar ia tidak sekadar menghafalkan naskah, tetapi memahami gagasan yang disampaikan.
Pada hari pelaksanaan, Aulia memilih untuk berhenti belajar dan memberikan waktu bagi dirinya untuk lebih rileks. Ia juga menggunakan afirmasi positif untuk membantu mengurangi rasa gugup sebelum tampil di hadapan juri.
Meski sempat merasa grogi karena harus melakukan presentasi menggunakan mikrofon di hadapan juri yang memiliki pengalaman hingga tingkat internasional, Aulia mampu menyelesaikan presentasinya dan membawa pulang Juara 3.
Bagi Aulia, pencapaian tersebut menjadi pengalaman berharga, terutama karena Lomba Feature merupakan kali pertama dirinya mengikuti cabang tersebut. Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi bagian dari proses untuk terus mengembangkan kemampuan jurnalistik dan kepenulisannya.
Ia juga menilai bahwa hasil perlombaan bukan satu-satunya hal yang patut dirayakan. Baginya, seluruh proses dan kerja keras yang telah dilakukan juga merupakan sebuah pencapaian.
“Meski enggak menang pun, aku bakalan tetap self reward dan merayakan semua kerja kerasku selama ini,” pungkasnya.

